Satu

63 12 12
                                        

Halo halo gaess
Selamat Datang Di CeritaKu!
Mampir mampir dulu, jangan lupa Vote and Coment
Ok!
Semoga Suka
Lope lope U  :)

🐾🐾


Bianca tidak akan segan jika harus memukul Orang yang mengganggunya ketika Dia sedang Membaca. Menghembuskan nafas panjang, Bianca mencoba bersabar dengan kelakuan salah satu  Teman Kelasnya. Meskipun tubuh Temannya itu diam, tapi Matanya yang membuatnya jengkel. Oke!. Bianca sudah tidak kuat dengan tatapannya. Hey! Jangan berfikiran macam-macam!. Perhatian Ya!
Tatapan Temannya itu bukan seperti tatapan-tatapan yang membuat kalian terbang ke awan. Melainkan tatapan yang menuntunmu ke Neraka.

"Maksud lo apaan!?" Suara yang dipenuhi emosi itu menarik  perhatian kelas. Mereka tidak ada yang berani ikut campur. Lebih baik mereka melihat apa yang akan terjadi. Memang teman - teman yang pengertian!.

"Lo ada masalah sama gue!?" Masih dengan suara yang di penuhi emosi tanpa peduli raut wajah tersangka [datar].

"Kalo Lo ada masalah sama gue bilang!"

"Oh Gue tau. Lo sebernya Suka kan sama Gue!" Dengan wajah angkuh Bianca memandang si tersangka. Satu detik selanjutnya matanya melotot marah.

"Cih, Suka" walaupun di ucapkan dengan nada datar namun pandangan mencemooh sangat kentara dan itu semua semakin membuat Bianca kembang kempis.

"Dan!, Mau Lo apasih!?" Dengan  penekanan di perkataannya. Bianca memandang bengis yang dipanggilnya dengan sebutan [Dan].

"Mau gue?" Tanya [Dan], dengan tangan terlipat di dada dan juga  wajah datarnya.

Bianca masih memandang [Dan] dengan bengis.

"Lo jadi pacar gue" Sontak saja, perkataan [Dan] membuat seluruh pasang mata yang mendengarnya melotot tak percaya. Tapi tidak dengan Bianca. Tak sedikit para cewek menjerit tertahan karenanya.

"Sinting!" Umpat Bianca. Tak habis pikir dengan jalan pikiran [Dan].

"Apa Gue bilang Lo itu suka sama Gue" kata Bianca dengan senyum miringnya

"Bukan Suka!, tapi Kasihan!" Oke!. Perkataan  [Dan] barusan membuat Bianca menendang tulang keringnya.

"Sialan!" Umpat [Dan], dengan memandang kesal pada Bianca dan di balas pelototan oleh Bianca

"Kasihan!" Biamca berteriak marah. Masa bodo dengan puluhan pasang mata yang menatapnya.

"Ca, Mungkin maksud Ardan Kasihan dari pada Lo jomblo" Celetukan Dion salah satu teman kelasnya membuatnya makin melotot.

"Kalo pun Gue jomblo, itu juga gue yang jomblo, jadi jangan coba - coba kasihan sama gue"  lagi. Bianca berteriak membuat puluhan pasang mata merinding di buatnya.

"Emang Lo jomblo" perkataan Ardhan yang datar membuat Bianca bersiap melayangkan cakaran pada wajahnya. Tapi terhalang oleh tangan seorang cowok yang sekarang mencekal tangannya.

"Ya ampun, kalian itu udah kelas IX masih aja berantem kayak anak kecil!" Brian Ramon menghela nafas lelah

" Bi udah Gue kasih tau jangan mudah emosi " Brian menatap Bianca dengan wajah lelah sedangkan Bianca hanya cemberut. Oh mereka lupa!. Pawang Bianca satu-satunya; Brian Ramon.

"Lo juga, Dhan. Jangan gangguin Bianca napa"

"Siapa yang ganggu" ucapan datar dan kelewat santai yang keluar dari mulut Yudanta Ardhana mendapatkan delikan daei Bianca

"Oke, Lo ga ganggu" ucap Brian mengalah

"Bi, balik ke tempat Lo" ucapan Brian yang lembut membuat Bianca  tak bisa melawan. Lagi pula Ia lelah, lebih baik lanjut membaca novelnya dari pada meladeni jalan Tol!.

Brian meletakan tasnya di kursi samping Ardhan. Mengeluarkan buku pelajaran dan membacanya. Brian termasuk salah satu golongan anak pintar. Jadi tidak heran melohat dia membaca buku pelajaran dari pada nongkrong dengan teman - temannya.

Sedangkan Ardhan memandang punggung Perempuan yang berada di depannya yang hanya berjarak satu bangku dengan senyum misterius.

🐾🐾

Lope lope U!!!
Gimana gimana seru gak?
Ayo ayo lanjut
Jangan lupa Vote and Coment yo
:)

Salam Manis
Eliska❤


DIRECTIONWhere stories live. Discover now