Aku suka kamu, kamu punya dia
-shena adelwa marchel
Shena sejak tadi terus saja mengecek hp nya yang berlogo apel tersebut, dia sedang kesal kenapa sih Reyzan sejak tadi tidak membalas pesan dari nya apakah dia masih ada di bumi ini?
Tanpa sadar shena terus di perhatikan sejak tadi oleh guru yang sedang mengajar di kelas, ya shena sekarang sedang berada di dalam kelas tapi dia terus saja memainkan hp nya tidak peduli guru itu menerangkan atau tidak bahkan sekalipun ada badai pasti dia tetap dalam posisi yang sama.
"Ekhem"
"..... " Tidak ada sautan dari seluruh siswa tersebut karena mereka tahu deheman itu untuk Shena.
"Ekhem" dua kali guru itu memberi kode agar shena pokus tapi hasil nya nihil shena tetep enggan.
"SHENNAAAAA!!" Teriak bu maria dan itu membuat semua isi kelas terperanjat kaget, kecuali shena.
Guru non-muslim tersebut menghampiri shena dan langsung merebut paksa benda pipih tersebut dari tangan shena.
"Kamu ngapain hah?!" omel bu maria sambil berkacak pinggang.
"Main hp bu" ucap shena sambil nyengir kuda.
"Kamu main hp pas lagi dalam mata pelajaran! kamu mau nya apa sih ibu ga ngerti lagi sama kamu, ke BK udah beberapa kali tapi ga bakal mempan buat kamu!!!" Ucap bu maria sedang kan shena hanya melihat guru nya itu sambil ketawa dalam hati karena itu hal itu sudah biasa bagi Shena.
Lidya yang melihat teman sebangku teman seperjuangan teman bolos nyapuan ikut tindak dengan cara menyenggol tangan sena dengan sikut nya.
"Psstt lu lagi di marahin onyon" cicit lidya.
"gue juga tau" bisik shena menanggapi ucapan lydia.
"Apa kalian hah!! bisik bisik di depan saya, ngomongin saya kalian!?" Ucap bu maria jengah.
"SEKARANG KALIAN BERDUA KELUAR ATAU SAYA POTONG RAMBUT KALIAN BERDUA!!!"
"Yaudah bu iya maaf, kita keluar. Misi ibu cantik" sebelum keluar shena merebut hp nya terlebih dahulu dari sang guru dan itu membuat bu maria kembali menjerit.
"KALIAN BERDUA KELILING LAPANGAN 15KALI!!!".
🌴🌴🌴
Sebuah keberuntungan bagi bagi Shena dan Lidya di keluarkan dari kelas.
Apakah kian pikir mereka akan menuruti perkataan Bu maria? Tentu saja tidak.
Dan lihat apa yang mereka lakukan sekarang duduk di pojokan kantin sambil makan.
"Pesen makan Sono" suruh Shena kepada Lidya sambil menyodorkan uang dua puluh ribu.
"Gile dua puluh rebu dapat apa!" Seru Lidya dia sudah tau pasti Shena mengeluarkan uang tersebut untuk berdua.
"Udah sukur gua telaktir, udah sana mumpung sepi tolol" suruh nya, memang kantin sekarang sedang sepi siapa yang berani ke kantin jika sedang pelajaran berlangsung ya cuma orang orang seperti Shena saja yang punya keberanian lebih.
ESTÁS LEYENDO
Shena
Novela JuvenilDia penyuka keramaian Dia penyuka siang hari Dia suka kegaduhan Dia tak suka malam hari Dia benci kegelapan Dan satu lagi dia penyuka cowok dingin yang tak suka di usik. Takdir yang bermain kita hanya berusaha.
