# Pengenalan Katanya
Gue Cecil Zain yang biasa dipanggil Cecil, gue lahir di lubang emaklah masa dilubang bapak kan bau, kalau tempatnya sih di rumah sakit yang pastinya di ruangan bedah itu sendiri. Dan kelahiran gue sendiri pastinya gue gak tau gimana cara keluarnya tapi coba tanya aja pada bayi-bayi yang baru lahir bagaimana pengalamannya terjebak di perut emaknya sendiri selama 9 bulan. Lupakan soal kelahiran dan lanjut tentang biodata gue.
Gue selalu dianggap aneh oleh beberapa kalangan dari ibu-ibu penggosip yang selalu berbelanja sayuran pada tukang sayur keliling sampai murid-murid penyebar aib ter- kekinian di sekolahan gue, serta gue juga dianggap aneh oleh teman-teman gue sendiri, gue rasa sikap atau perilaku gue normal kok gak parah-parah amat apalagi sampai bikin nangis kepala sekolah kan gak mungkin.Seperti ngambil tas yang isinya pembalut dari teman selokal gue dan nge-gantung nya di papan tulis lokal bawah yang berisikan para junior yang baik dan tukang ngegosip,serta bukan hanya itu aja,gue pernah iseng pada abang kelas yang lagi berak parah dengan celana tergantung di pintu wc,tentu dengan niat baik gue yang tulus dan ikhlas, gue ambil celananya dan bawa ke tengah lapangan pada jam istirahat dengan niat untuk mengeringkan celananya yang basah karena terlalu fokus dengan berak yang keluar setiap detiknya. Dan yang ketiga ini gue rasa wajar-wajar aja tapi tidak untuk kepala sekolah gue yang gendut seperti beruang madu,yang gue lakukan adalah mendorong teman yang kencing di jenjang sampai air pipis nya mengenai rok guru yang lewat, gue rasa itu sangat menyenangkan dan masih ditingkat wajar, karena teman gue yang berbuat salah bukan gue tapi malah gue yang dipanggil oleh beruang madu alias kepala sekolah.
Akibat kejahilan-kejahilan gue yang terlalu banyak akhirnya gue diberi hadiah oleh kepala sekolah yaitu DO yang biasa dikenal nama panjangnya yaitu Drop Out. Dengan mendengar hal itu emak gue dengan tenangnya ngomong pada kepala sekolah dan pergi juga tenang tanpa emosi sedikit pun, tentu gue gak merasa bersalah kalau emak dah tenang seperti disurga.Ternyata Ketenangan emak yang seperti surga menghilang setelah tiba dirumah. Panas nya neraka mulai terasa walau rumah gue sudah ada kipas angin, dan suasana semakin panas dari detik per detik karena emak sudah memulai persiapan untuk ngomel tingkat tinggi, setinggi kerajaannya dewa zeus.
" Cecil ngapain aja kamu sekolah?, dah mahal-mahal emak bayarin tapi malah ini yang emak dapat!" Omelan emak yang masih pemanasan
" Maaf Cecil mak!, Cecil ngaku salah mak,sekali lagi maaf deh mak!" Ucap gue sambil nunduk seakan anak alim yang kena hukuman dari orang yang paling ditakuti.
" Yaudah lah Cecil,yang terjadi biarlah terjadi tapi kamu harus sekolah sama tante kamu,emak juga udah di pindahkan ke Batam." Ucap emak dengan lembut sambil mengusap kepala belakangnya karena memikirkan gue nan tampan.
" Kalau itu keputusan emak Cecil mah nurut aja mak." Jawaban gue yang masih nunduk dengan suara yang halus sehalus senyuman cewek cantik disekolah gue yang selalu lewat di gang lokal gue.
" Jadi besok kamu pergi ke Jakarta sendiri,karena ticket sudah emak pesan waktu kita diperjalanan tadi!" Ucap emak yang semakin pelan karena beban hidup yang semakin menumpuk.
" Siap mak..!"
Setelah percakapan yang menegangkan menurut gue, jadi gue pergi ke kamar untuk berkemas. Banyak orang yang bertanya kemana bapak gue, ya gue jawab aja dia ninggalin gue dan emak setelah cerai pada gue berumur delapan tahunan lah.
Mungkin gue mulai tau gimana beratnya hidup sama tante yang biasanya agak gila kalau gue buat masalah atau bisa dikatakan sebelas dua belas lah sama emak gue.
YOU ARE READING
Cicak - Cicak Kebap-Eran
Romance[TAMAT] -PERINGATAN : BACAAN MENGANDUNG KADAR RECEH YANG CUKUP TINGGI SIAPKAN MENTAL (DAN PERUT) BUAT KETAWA. Ternyata normal gak semudah yang dibayangkan. Pengen tertawa pada takdir tapi takut kualat,pengen menyesal mengapa dilahirkan ke dunia tapi...
