Rindu dalam diam
Rindu ....
Ku rengkul semua rasa yang menggebu
Tak ingin kau terus menghampiriku
Sampai kau mengelabui kesanubariku
Disaat kau menyapaku betapa penatnya hati ini saat kau tiba dihadapanku .
Disaat kau hadir disetiap individu merasakan nikmatnya saat berhadapan denganmu ,bagaikan cuaca yang panas tiba-tiba dibasahi guyur hujan seakan -akan memori ini terus terkenang dalam sanubariku .
Terkadang terlintas di tumpukan-tumpukan kenangan membuat tertatih -tatih melepaskanya begitu saja .
Ditepi genggamanku cukup jelas ada sederetan kenangan yang membekas tetapi terus bernostalgia dipikiranku.
Cukup jelas tak ada yang bisa memulihkan penatnya ini hanya dalam diam yang terus menemani dikala kau menghampiri .
Liburan telah tiba dan seminggu lagi kami menyambut bulan ramdhan Yang penuh berkah sungguh senangnya kami sekeluarga menyambutnya dengan rasa suka cita, aku luthfiah az-zahra, biasanya aku dipanggil fiah, umurku 18 tahun, sebelum lanjut kuliah aku mondok, selama 2 tahun, disana aku ingin memperdalam ilmu agama dulu sebelum kuliah, aku alumni MA Miftahul ulum tuyau itu nama desaku "tuyau" menjelang bulan ramadhan aku dengan umi, abi dan kakaku berlibur ditempat nenek disana, kami berangkat kesana 1 hari sebelum bulan ramadhan, kata ka fakhri udah siap belum dek?, kita mau berangkat besok pagi awas loh kesiangan hehe", kakak ada-ada saja saya udah besar ka masa kesiangan kaka tuh yang sering ditungguin bila pergi kemana-mana kaya perempuan aja, hehe" dasar anak bawel, aww sakit ka("dicubit ka fakhri pipinya") . Dipagi hari kubuka ruang jendela terlihat warna-warni bermekaran itu bunga-bunga yanh ditanam umiku"ku suka sekali dengan bunga, umiku menanamnya pas dibelakang jendela kamar aku, tau aja nih umi , kata umi kalau lagi rindu liat aja bunganya'hehe, nyengir-nyengir sendiri, bisa aja nih umi sayang, fiah sayang umi, selepas itu aku mandi dan siap-siap pakai gamis syar'i berwarna biru dan kerudungnya, aku pun dududk dikursi tamu lagi menunggu abi dan umi dan ka malik, tiba-tiba ka fakhri mengagetkanku, aku pun terkejut, cie tuan putri udah siap iya dong ka malik aja yang lama'.. hu celetusku umi dan abi menghampiri kami udah-udah yuk kita pergi , aku pun sepanjang perjalanan hanya ditemani dengan morutal karena ku tak ingin melewatkan ayat-ayat cintaNya. Disepanjang perjalanan abiku memutar audio ceramah jadi dimana pun berada selalu mengingatkan tentang ajaran-ajaran islam. Tak terasa sudah sampai dikampung halamanku yang indah, disini orangnya sangat ramah-ramah sesampai dirumah nenek ku berada dihalaman rumah yang sedang duduk, ketika keluar dari mobil aku langsung memeluk nenek nikmatnya bisa melepaskan rindu ini ya Allah, kakak umi dan abi juga memeluk kakek dan nenek "(Alhamdulillah nikmatnya kebahagiaan ini ya Allah semoga nenek dan kakek tetap sehat kedepanya ya Allah amiin).
YOU ARE READING
Merayu Dalam doa
SpiritualKu mencintamu karena Allah ukhty, batin "luthfani". aku mencintaimu lillahita'ala akhy batin ''luthfiah'' sambil meneteskan air mata. Apakah mereka bersatu nantinya nanti atau tidak?? Bacalah #Qur'an terlebih dahulu Baru baca #merayu dalam doa yah s...
