001

527 43 17
                                        

Terlalu sakit...
Bahkan begitu sakit,jika yang ada di anggap tiada....

Yura





Yura Navita Aldric
Anak dari Herman Alamsyah Aldric dan Novita Nabila Aldric.pemilik sekolah tempat Yura bersekolah yaitu SMA Pelita Harapan Bangsa.

Yura mempunyai  dua saudara yang sangat sayang padanya.kakak laki lakinya adalah most wanted  di sekolah yang sama dengan Yura yaitu Gilang Aldric.kasih sayang Gilang hanya dulu yang di dapatkan oleh yura,sekarang saja baginya yura hanya patung yang sangat menyedihkan,yang hanya bisa berdiri tanpa gerak dan tanpa daya,bahkan dia tidak menganggap Yura sebagai adik nya lagi.
Sakit ketika mengingat nya bukan?

Itulah Yura Navita dengan kehidupan yang penuh drama.

Yura juga mempunya kakak perempuan yang cantik tidak kalah cantik dengan dirinya,Zumara Ariska Aldric.
Sama hal nya dengan Gilang, zumara juga sangat membenci yura,menatap yura saja dia enggan apalagi berbicara dengan yura,marra panggilan singkat dari Yura untuk kakak nya itu sekarang dia kuliah jurusan kedokteran,,kak marra dulu juga sangat menyayangi yura,memanjakan yura,tapi Sekarang  baginya yura hanya angin lewat saja.

"Yura kangen kak marra.. " gumam Yura sangat kecil.


Yura POV

Papa mama ku juga sangat membenciku,mereka bahkan tidak menganggap ku anak nya lagi,,disaat aku tersenyum Mereka akan menatapku seakan-akan aku adalah pembawa sial bagi keluarga Aldric.aku adalah musuh bagi mereka,musuh yang bener bener di pelihara namun di tindas setiap saat.

_______________

Jam 05.45

Yura sudah bangun dari tidurnya. matanya terlihat menampakkan katung mata yang menghitam dan bengkak.
Itu pasti sebab Yura menangis lagi,menangisi nasib nya,apalagi kalau bukan itu ,menangis merupakan
Rutinitas  Yura setiap malam,Yura sangat menyedihkan.

Yura bangkit untuk melaksanakan sholat subuh dan bersiap siap untuk ke sekolah,hari ini merupakan hari pertamanya menjadi siswa kelas dua belas.


Yura POV

Saat aku menuruni tangga dan siap untuk berangkat,aku melihat adegan yang membuat aku juga ingin merasakan nya,disana terlihat kak Gilang di suapi papa,kak marra disuapi mama,sedangkan "aku" hanya menjadi penonton saja.berharap untuk di hadiahi sebuah senyum.

Tanpa sadar air bening sudah membasahi pipi ku,cepat cepat ku hapuskan dan turun menghampiri keluarga ku.

"Pagi ma,pa,kak Gilang,kak marra" sapa ku

Berharap untuk dibalas maaf itu bukan mereka.melirik ku saja enggan apalagi untuk membalas empat huruf "pagi" saja  sangat susah mereka keluarkan.tapi aku tetap menyapa mereka setiap pagi.tidak pernah lelah,bahkan aku sangat menyukainya,dan bisa di katakan sebuah hobby.

Aku tidak makan bersama mereka.pasti tidak akan di izinkan.mereka hanya akan makan jika aku tidak duduk bersama mereka.kadang aku berpikir semenjijik itu kah aku.aku adalah darah daging mereka tapi mereka sangat membenciku.

"Ma pa Gilang sekolah ya"kak Gilang bangun dari duduknya dan mencium tangan mama papa.

"Kak tunggu aku dong,sekalian boleh ya,soalnya kalo tunggu angkot pasti lama,nanti Yura jadi telat"

"Gak" bukan kak Gilang tapi mama,ya mama yang menjawab itu.




Oke cukup dulu gusy ya
Itu soalnya cerita pertama aku..
Tolong ya

VOTE + COMMENT nya juga

Tetap di pijakan yang sama yaa😉😉
Insya Allah aku up nya setiap Rabu deh ya....

WOUND Stories to obsess over. Discover now