Keringat ditubuhnya mulai bercucuran. Kedua kakinya merasa lemas.
"Len,lo kenapa?" Tanya silvi, sambil terheran-heran melihat sahabatnya yang tergesa-gesa, seperti orang yang sedang dikejar setan.
"Gue,terlambat nggak sil?" jawab Lena kepada Silvi yang masih kebingungan melihat Lena yang merasa gelisah.
"Terlambat apaan?ini baru jam 06.30 ,belum jam 06.45 . Jadi, lo belum terlambat Lena!" sahut Silvi menjawab pertanyaan Lena yang sempat membingungkan pikirannya.
"Jadi gue belum terlambat? Aduh...kenapa gue bisa kayak gini? Ini pasti karena jam tangan gue yang rusak." gumamnya.
Lena yang merasa kelelahan, langsung menyeret Silvi menuju kelas. Dasar ni anak mau apa coba? batin Silvi, sambil menatap sahabatnya yang tergesa-gesa.
Bughh!
Tiba-tiba Lena terjatuh. Silvi yang melihat Lena jatuh hanya diam, dan menatap keempat remaja yang tidak sengaja menabrak Lena.
"Kalo jalan liat-liat dong!" Bentak Lena, sambil membersihkan roknya yang terkena debu.
Tanpa berfikir panjang, keempat remaja itu berlalu melewati lorong kelas XI yang terlihat sedikit ramai dan meninggalkan Lena tanpa berkata apa-apa.
"Dasar songong lo!" bentak Lena sambil menatap punggung keempat remaja itu yang mulai menjauh darinya.
"Lo, apaan, sih Len?!" tanya Silvi dengan wajah sedikit marah dengan Lena.
"Emangnya kenapa?" tanya Lena, heran.
"Ayo ke kelas! Nanti lo tau sendiri!" Silvi langsung menarik tangan Lena dan sedikit melirik Lena yang masih kebingungan.
***
Hallo guys!
Ini cerita pertama aku.
Semoga kalian suka ya🙏
See you next chapter:)
YOU ARE READING
HELENA [END]
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Cuek, suka kelupaan sama waktu, dan ceroboh adalah deskripsi yang tepat bagi seorang Helena Alvera. Berpura-pura tidak cinta padahal cinta. Itu yang akhir-akhir ini Lena rasakan. Dia merasakan hal yang berbeda saat didekat F...
![HELENA [END]](https://img.wattpad.com/cover/175705898-64-k554565.jpg)