prolog

87 14 15
                                        

Andrian

Taman Dendelon adalah taman yang asri dan indah milik kompleks perumahan Asri. Tempat di mana dua insan Saling membuat janji bertemu di taman ini. Malam itu pukul 08-00 suasana taman sepi hanya ada mereka berdua di temani kerlap kerlip bintang dan lampu rumah yang ada di sekitar taman. Terlihat sepasang remaja sedang berbicara dan bercanda di bangku taman. Seketika wajah wanita itu berubah drastis ketika pria itu berhenti tertawa.

"kenapa?" tanya wanita itu. Ada jeda sebelum pria itu menjawab pertanyaan wanita itu.

Pria itu menghirup dan menghembuskan napas berat seraya berkata.

"Apa Lo bisa hidup tanpa gue Alana?"

Seketika jantung Alana berhenti berdekup sejenak. Apa yang di lontarkan laki-laki itu? Kalimat tanya kah? Tapi begitu menusuk jantung Alana, Alana bingung harus menjawab apa.

"Kenapa Lo ngomong gitu Yan. emangnya Lo mau kemana?" tanya Alana cemas. Alana ingin sekali mendengar jawaban Andrian, tapi dia juga takut akan apa yang dikatakan Andrian. Takut Andrian pergi dari hidupnya. Selama ini Andrian selalu setia menemaninya dalam keadaan susah maupun senang.

Andrian tidak menjawab pertanyaan Alana karena dia takut Alana menangis mendengar jawabannya yang akan pergi ke luar negeri untuk sekolah dan tinggal di sana dalam waktu lama atau bahkan tidak kembali.

Kedua tangan Andrian memegang lembut kedua sisi pipi Alana. Andrian mendekatkan wajahnya dan menempelkan keningnya di kening Alana seraya berkata.

"Lo harus bener-bener bisa belajar buat lupain gue Al."

Mata Alana yang sudah berkaca-kaca sedari kening mereka bertemu. Akhirnya kristal-kristal bening itu mendarat mulus di pipi Alana.

Andrian mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir tebal Alana. Alana pasrah dan merasakan hangatnya bibir Andrian dan tangan Andrian. Ini kali pertamanya Alana mendapatkan ciuman dari Andrian setelah sekian lama berteman.

Tak lama kemudian Andrian bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Alana tanpa pamit dan berkata-kata lagi.

Alana hanya duduk dan menangis meratapi kepergian Andrian. Setelah Andrian tidak terlihat lagi baru tangis Alana menjadi-jadi.

FOR SATRIADonde viven las historias. Descúbrelo ahora