Putri Malu

130 11 3
                                        

Si putri malu
Julukan yang selalu aku dapat sejak duduk dibangku SMP, sebenarnya itu sangat menganggu, karena ada beberapa orang yang menjadikan julukan itu sebagai bahan tertawaan.
Tetapi mau bagaimana pun juga mereka tidak salah.
Aku memang seorang perempuan yang pemalu, apalagi dihadapan seorang pria.
Sedari kecil aku di didik untuk memberikan jarak kepada pria. Sehingga kebiasaan itu terbawa hingga sekarang. Bukan tanpa alasan orang tua ku mengajarkan hal seperti itu. Sungguh itu karena luka mendalam yang mereka dapat ketika mengetahui bahwa putri pertamanya meninggal akibat tembakan seorang pria yang tidak dikenal. Ya, dia adalah kakak ku Ayu.

Orang tua ku tidak salah, kalian lah yang senang melihat ku terluka dengan segala hujatan aneh yang dilontarkan padaku.
Mengapa? Karena aku tidak berani menatap pria? Atau karena aku belum tertarik pada cinta?
Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri...

"Apakah itu salah? Harus kah aku mencarimu cinta?"

Jujur aku lelah mendengar celoteh para manusia disekitarku yang menganggap seorang Pumal tidak normal. Namun, dibalik rasa itu selalu ada sosok perempuan yang memberikan ku semangat

"Avera Yolanda, putri kecil ibu yang begitu bermakna. Kamu cantik, bahkan ketika orang menilaimu buruk terimalah itu dengan baik. Dengan itu kamu akan kuat nak"

Tuhan memang adil, memberiku Ibu yang selalu ada disampingku untuk menjadi penopang dibalik kesedihan dan pengasingan yang aku terima.

Namun hari itu aku kembali bertanya pada tuhan

"Siapa dia? Apakah kau yang mengirimnya untuk menjadi sinar yang merubah hidupku tuhan? atau ternyata ia hanya lubang pengasingan yang menyamar untuk menjebakku masuk kedalamnya?"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hay, terimakah kepada para pembaca, mohon dukungannya yaa. Untuk prolog segini dulu, maaf kalo kependekan. Selanjutnya bakal lebih panjang dan menarik loh
Cerita ini akan update secepatnya!!!

(Saya mengharapkan kritik dan sarannya🙏)




Sebening EmbunStories to obsess over. Discover now