"Adek, poko'nya kamu harus kuliah." Kata mama padaku.
"Iya mama, tapi kalau kuliah diluar kota gapapa 'kan?"
"Gak! Kamu harus kuliah disekitar sini aja." Tiba-tiba aku putus asa. Udah harus kuliah, tapi----ga boleh diluar kota.
"Yah mama ga asik nih, masa ga boleh sih ma?"
"Udah deh, kamu disini aja. Lagian ya, kamu itu perempuan, ga boleh jauh-jauh dari orang tua!" Kata mamaku ketus. Demi apa---- kok gini banget ya hidup w?
"Duh, pelit banget sih. Iya deh iya." ucapku, sedetik kemudian aku menuju kamar. Pagi-pagi mood ku udah hancur. Huh!
----------
Malam ini aku dan keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton tv.
"Dek, kamu denger kabar gak kalau Intan tetangga kita nih, udah mau nikah." Ucap mama
"Eh? Masa iya sih ma? Baru tau sih."
"Iya, padahal dia 'kan baru lulus SMA tahun lalu."
"Ya bagus dong ma, menghindari zina." Jawabku
"Iya sih ya, tapi terlalu muda."
"Dari pada zina, mending nikah muda. Toh, dalam agama juga ngga dilarang."
"Tumben kamu bijak" Ledek Bang Randy, kakakku nomor dua.
"Yeee, setiap hari juga adek bijak sih. Bang Randy sama Bang Anwar tuh kapan nikah? Masa kalah sama Intan?" Tak mau kalah, ku balas juga ledekannya.
"Loh loh, kok bawa-bawa abang sih?" Bang Anwar, kakak pertamaku tidak terima. wkwkwk
"Tau nih, mau gue tampol?!" Ancam Bang Randy.
"Mamaaaa, tolong Syifa." ku peluk mama sambil menjulurkan lidah pada Kakak-kakakku.
"Udah-udah, jangan pada ribut." Lerai papaku.
Oh iya btw,Syifa itu namaku, lebih lengkapnya Cut Syifa Hanasalsabila. Umur 17 menuju 18 tahun, yang satu bulan lagi akan menghadapi Ujian Nasional.
----------
"Kaya'nya mama sama papa ngga setuju deh kalau aku nikah muda." Gumamku, ditengah sibuknya mengerjakan tugas, bisa-bisanya aku memikirkan nikah. Mungkin, bagi kalian ini aneh, anak kelas 12 yang harusnya mikirin Ujian Nasional eh ini malah mikirin nikah. Tapi bagiku normal, karena ya pingin aja nikah muda. Kalau dilihat-lihat di film, sinetron, novel atau wattpad yang namanya nikah itu manis-manis gimana gitu. Pastinya ga semua orang siap nikah muda, tapi kalau aku sih siap-siap aja selama suamiku nanti punya kerjaan yang mapan. Haduh, ngomongin nikah muda tapi calonnya aja masih ga ada. Hmmm.
"Gimana ya caranya, biar mama sama papa setuju kalau aku nikah muda?" Demi apa, aku masih berpikir keras nih buat meyakinkan orang tua kalau nikah muda itu ngga seburuk pandangan mereka. Kalau seandainya besok ada yang ngajakin aku nikah dan dia sanggup buat ketemu orangtuaku, pasti akan ku perjuangkan demi mendapat restu orangtua.
"Ya Allah, apa-apaan sih aku. Lulus aja belum, kok malah mikirin nikah." Akhirnya, ku lanjutkan kembali tugasku sebagai pelajar.
-----------------------
Bersambung.
Gimana-gimana? Suka nggak? Comment dong, kasih kritik dan saran. Oh iya, jangan lupa vote ya!
Makasihhhh.
