Prolog

280 5 2
                                        

Seorang gadis duduk diam diujung lapangan,nafasnya terengah engah dan sesekali batuk.

"Huufftt...hari ini cukup sampai disini! Besok aku akan berlatih lagi," kata gadis itu sambil berdiri,kemudian beranjak pergi.

Gadis itu bernama Lyra Epson berusia 13 tahun dan merupakan siswi kelas 8 SMP. Dia tinggal bersama keluarganya, akan tetapi ayah dan ibunya jarang ada di rumah, mereka terlalu sibuk pada pekerjaan.

Ketika ayah dan ibunya pergi dalam waktu yang bersamaan, Lyra hanya berdua bersama kakak perempuannya, Selina Epson yang usianya berjarak 5 tahun darinya.

Mereka tidak terlalu dekat, tetapi mereka akrab sebagai keluarga.
.
.
.
Hari itu Lyra berlatih lari, untuk melatih kecepatan serta kelincahannya. Dia bukanlah seorang atlet, melainkan hanya sekedar hobi saja.
Lyra adalah anak yang pendiam, tetapi sebenarnya dia adalah anak yang ramah dan seru, dia hanya suka merasa malu.

Lyra cukup pandai dalam bermain game, tetapi nilai akademik nya tak kalah baik. Selain game, dia juga suka membaca novel, menggambar,menonton anime, ataupun menonton drama Korea.

Dia bukanlah anak yang pemalas, malah dia anak yang rapi dan suka kebersihan, seperti kakaknya Selina, yang tak pernah telat untuk membersihkan rumah ataupun kamarnya.
.
.
.
.
.
"Huufftt...hari ini cukup sampai disini! Besok aku akan berlatih lagi",  kata Lyra sambil berdiri dari duduknya, kemudian beranjak pergi.

Dia hendak menaiki sepedanya, ketika tiba tiba seseorang menyebut namanya

"hei Lyra~ jangan terlalu memaksakan dirimu! Jagalah kesehatanmu"

"iya iya! Dasar bawel!", balas Lyra kemudian menuntun sepedanya

"siapa yang bawel?! Aku hanya khawatir padamu! Dasar kau! Heehh jangan tinggalkan kami!!", balas orang itu, tapi Lyra tak mendengarkannya.
Sebenarnya bukan sombong atau apa, tetapi temannya itu sudah meneriaki namanya, memberikan pesan dengan suara lantang bahkan juga mengganggunya berulang kali.

Orang itu adalah Viana Putri Amanda salah satu saudari dari 2 anak kembar.

Saudari kembarnya bernama Viona Dewi Amanda mereka berdua sangat mirip, kecuali sifat mereka yang cukup berbeda.

Kakaknya Viana sangat cerewet dan tegas, dia juga pemberani dan suka mengatur, tetapi didalamnya dia sangat perhatian dan baik hati.

Berbeda dengan adiknya Viona, dia pendiam dan penurut. Dia juga pemalu, tidak cerewet (kecuali saat kamu sudah benar benar dekat dengannya), dan mereka merupakan sahabat dekat Lyra.
.
.
.
.
Setelah beberapa saat menaiki sepeda, mereka bertiga berhenti di sebuah rumah yang tidak terlalu besar, tapi juga tidak kecil. Pagarnya berwarna hitam dengan cat rumah berwarna putih, seputih salju.

"Aku pulang", ucap Lyra ketika memasuki pintu coklat rumah itu.

"Selamat datang", jawab seseorang dari dalam rumah. Orang itu adalah Selina, yang tidak lain adalah kakak Lyra

"Hai kak Selin~", sapa Viana ketika melihat seorang gadis cantik mengenakan kaos longgar berwarna putih dengan perpaduan celana pendek hitam dan memegang handphone miliknya

"Hai juga Viana", balas Selina ramah.

"Ayo masuk", kata Lyra kepada para sahabatnya kemudian berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya dengan diikuti Viana serta Viona.

To Be Continue

Apakah Aku Seorang Psikopat? Stories to obsess over. Discover now