1. Sekolah Baru

873 98 119
                                        

"Bunda, Ayra berangkat sekolah dulu yaa."

"Loh, sayang kamu kan belum makan," jawab Bunda.

Ayra berjalan sedikit lari menuju ruang makan, "Ayra kesiangan Bunda, ini hari pertama Ayra sekolah, disekolah baru."

"Ya sudah, kamu minum susu dulu ini, tadi Bunda buatin.", jawab Bunda dengan memegang segelas susu kemudian diberikan kepada anaknya itu.

Ayra meminum susu itu hingga hanya tersisa setengah gelasnya. Kemudian dia bersalaman dengan Bundanya tersebut, tak lupa ia pun mencium kening Bundanya.

"Ayra berangkat dulu ya Bun, Pak Didi udah nunggu didepan. Assalamualaikum." ucapnya tergesa-gesa.

"Hati-hati dijalan ya sayang. Waalaikumsalam"

Ayra, Ayra, dari dulu sampe sekarang kamu ga berubah-ubah, batin Bunda sambil menggeleng-nggelengkan kepalanya.

Hari ini adalah hari pertama Ayra Mysha Cerelia bersekolah disekolah barunya, ditingkat menengah atas setelah ia selesai disekolah menengah pertamanya. Ayra merupakan anak pertama dari Arfan Rifqie Shahbaz dengan Zanifa Rafailah. Arfan adalah seorang pejabat yang terkenal sangat kaya dan sukses. Bunda Ayra bekerja menjadi seorang dokter disebuah rumah sakit dikotanya. Walaupun orang tuanya sudah sukses dan terkenal kekayaanya tetapi Ayra tidak pernah sombong dan membeda-bedakan teman-teman nya, menurutnya semua temannya sama, tak ada yang berbeda.

***

Setelah beberapa menit kemudian, sampailah Ayra didepan sekolah barunya tersebut, dan beruntunglah dia, gerbang sekolah belum ditutup.
Tak lupa ia mengucapkan terimakasih kepada Pak Didi "Terima kasih Pak, Ayra berangkat dulu," ucap Ayra. Pak Didi adalah supir pribadi Ayra yang sudah sangat dipercaya oleh orang tuanya. Pak Didi sudah bekerja sejak Ayra belum terlahir didunia.
"Iya Neng, sama-sama," jawab Pak Didi dengan senyuman khasnya.

Ayra keluar dari mobilnya dan menuju ke kelas nya, lebih tepatnya mencari kelas barunya.

***

Ketika sedang berjalan mencari kelasnya tiba-tiba

Bugh!

Ada bola yang mengenai kepala nya. Ayra meringis kesakitan, "Aww sakitt."
Seseorang yang menendang bola tersebut pun menghampiri Ayra.
"Ehh, sorry gue ga sengaja. Sakit ya?" tanyanya. "Ya sakitlah, gimana sih mainya yang bener kek, untung gue ga kenapa-kenapa." jawab Ayra sambil memegangi kepalanya.

Ehh ni anak, mau ditolongin juga, bawel amat sih. Batin seorang tadi.

"Iya iya, gue minta maaf, ya udah gimana kalo ke uks aja?" tanyanya lagi.
"Ga, ga usah, gue baik-baik aja," setelah itu Ayra jalan lagi melanjutkan mencari dimana kelas barunya itu.

Ketika akan bermain bola lagi, tak sengaja Arkan menemukan sebuah hp.

Loh, ini hp dia jatoh apa ya. Batinnya.

Ya, yang tadi menendang bola itu adalah Arkaan Khalif Irawan. Dia adalah most wanted disekolah ini.

"Eh lo, ini hp lo jatoh," ucap Arkan setengah berteriak kepada sang pemilik hp, tapi apalah daya, Ayra tak mendengarnya dan sudah pergi semakin menjauh dari Arkan.

Ya elah, dipanggil kagak denger tu anak, siapa lagi namanya, batinya.

***

Setelah berjalan memutari sekolah, mencari kelas barunya, akhirnya Ayra menemukan kelas barunya. Disana sudah terdapat banyak siswa yang duduk, dia juga murid baru disini.

ARRAStories to obsess over. Discover now