DIA !

587 5 2
                                    

" jadi bagaimana ?" tanya El sambil mulai membuka coklah batang yang lumayan besar itu.

" apanya ?" tanya revo balik , kini sedang jam istirahat pertama , El dan ketiga temanya sepertinya tak berminat untuk keluar kelas , El mendengus

" soal bayu tadi , apanya yang aneh ?" jelas El.

" oh itu ya aneh lah ka. . . "

" karena tidak biasanya bayu berkata halus kepada orang lain kecuali ketua murid dan guru !" celetuk angget tiba tiba memotong omongan revo.

" nah itu yang mau gue bilang " revo berkata sambil membenahkan posisi duduknya.

" oh " kata El singkat masih sibuk membuka bungkus coklat yang tadi sempat terhambat " yak selesai , kau mau !" tawar El pada revo , revo baru hendak menjawab tapi sudah terlebih dulu diserobot angget.

" ya tentu aku mau !" angget berkata dengan lantang langsung hendak merebut coklat ditangan El tanpa perduli bahwa ia sedang menggenggam PSP, PSP itu sudah hampir menyetuh lantai tapi sudah keburu ditangkap oleh Alvin.

" fiuh untunglah " alvin menghela nafas lega.

" lo kenapa vin mukamu tegang banget ,?" celetuk angget dengan tampang innocent sambil mengunyah coklat dari El.

Alvin yang mendengar kata kata angget itu berdiri dengan wajah murka

" kenapa katamu. ? Kenapa ? Hah hah hah gue bunuh lo !" teriak alvin sambil hendak mencekik angget tapi angget sudah terlebih dulu berlari , Dan jadilah kejar kejaran antara mereka berdua.

" haha mereka aneh aneh aja !" revo tertawa renyah melihat ke2 temanya itu , El hanya tersenyum.

" hey , aku tak melihat jan , dia kelas apa ?" tanya El tiba tiba. Mendengar pertanyaan El raut wajah revo berubah

" dia . .ah dia masih belum berangkat ,lagian tidak sekelas dengan kita ?" jawab revo gugup.

" oh , eh ya lo kan pas kemarin dilapangan basket depan rumah gue jadi rumah lo deket ma gue dong !" el berkata sambil memakan coklatnya.

" ya , lumayan lah , cuma beda gang aja , kapan kapan gue maen ke rumah lo , gue sering ke rumah fifi juga . Ok !"

" yah boleh juga , lagian gue disini baru 3 hari so gue belum tau banyak daerah sini ?"

" kapan kapan gue ajak maen dah lo , tapi lo jangan sembarang bergaul di sekolah ini El ?"

el agak mengkerut mendengar kata kata revo.

" Memang kenapa ?"

" semua disini make topeng El , semua disini emang anak orang berada tapi mereka juga berandal untungnya prestasi dan kekayaan mereka dapat menutupi keburukan mereka !"

" aish , rev kaya gitu mah dijakarta udah biasa !"

" disini lebih parah El ''

" masak ?" tanya El agak tidak percaya.

" yah mungkin sekarang lo gak percaya secara lo sekolah disini baru dua hari ! Aish udahlah gak usah di bahas " revo memainkan PSP hitam milik Alvin yang hampir dijatuhkan angget tadi.

" ok , lo bener juga " kata El pada ahkirnya , mengingat dia belum ada seminggu disini.

El dan Revo sedang asyik berbincang tiba tiba Alvin dan Angget datang dengan muka merengut dan saling menyalahkan.

" lo ni . . Gara gara lo " kata alvin.

" kok gue , coba lo tadi kagak ngejar gue , kita gak bakal begini !" angget gak mau kalah , Alvin dan Angget duduk sambil membuang muka.

El dan revo hanya menatap bingung.

" kenapa kalian ?" tanya El.

" kita kena hukuman , tadi kita gak sengaja nabrak si wakil ketua , alias bayu itu " kata Angget sambil menghela nafas " dan kita dapet hukuman bersihin gudang sekolah pulang sekolah nanti !" lanjut Alvin pasrah.

" kejem banget , kalian kan seangkatan tapi kenapa kalian kaga lawan aja !" celetuk El asal.

" kalo mereka lakuin itu , mereka akan dapat masalah yang lebih besar " kata revo.

" oh, tapi kayaknya yang tadi namanya bayu tu orangnya baek !" el berkata sambil memandang revo.

" nah itu kenapa tadi gue bilang aneh , karna biasanya bayu tu orangnya kejem !" revo berkata lagi.

" oh gitu " jawab El santai.

+++++

el dan ketiga temanya duduk dibarisan kursi nomer dua dari depan di aula itu , seperti pengumuman tadi istirahat ke2 semua siswa kelas 3 berkumpul di aula.

Sejak El masuk ke aula banyak mata yang menatapnya kagum tapi ada sepasang mata yang menatapnya dengan pandangan yang sulit diartirkan dari arah pinggir ruangan.

Seorang cowok berjalan menuju mimbar didepan.

" selamat siang semua " sapa cowo itu , El yang tadi sibuk dengan hp nya kini mendongakan kepalanya , El kaget dengan apa yang dilihatnya , dia tau cowo yang berdiri didepan sana.

" dia kan !" kata El pelan.

" kenapa El, dia ketua murid kita si bimo !" kata alvin dengan nada agak tidak suka.

" ah tidak apa apa ? Aku cuma pernah melihatnya !" jawab El.

" oh , aku kira kenapa ?" alvin lalu melanjutkan aktivitasnya bermain Psp.

" dia kan yang mengembalikan hp gu kemarin ' batin El , el terus memperhatikan cowo itu , tanpa sengaja pandangan mereka bertemu, bimo tersenyum kearah El tapi El malah memalingkan mukanya.

.

.

.

.

.

.

.

.

V0mentnya ya.

Friends , Enemies and LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang