prolog 🍭

143 7 1
                                        


🐣

"Awalan yang pahit tak selalu menjamin akhir yang manis."

-luka yang manis


■■■

YOU BUILD ME UP YOU BROKE ME DOWN BELIEVER! BELIEVER!

HEY! YOU---

"BERLIAAAAAAAANN"

Teriakan melengking ciri khas dari seorang gadis berbaju rapih dan terlihat sangat berwibawa itu membuat Berlian---sang peran utama---terpelonjak dari tempat tidur nya.

"Lo nggak sekolah apa?! Heh lihat ini sudah jam berapa?! Lo lupa kalau hari ini hari pertama lo masuk sekolah baru?" Gadis yang di ketahui bernama Billa itu menyikap selimut tebal Berlian, "cepat mandi dan sarapan!"

Sementara sang kakak ngomel-ngomel, si gadis yang di teriaki itu tak kunjung beranjak dari tempat tidur nya dan justru malah kembali menarik selimut nya membuat Billa melotot jengkel.

"BERLIAN LAVENDER!!"

"Iya-iya gue bangun! Nggak usah teriak lagi!"

Pada akhir nya Berlian terpaksa beranjak dari kasur nya yang super duper nyaman. Itu pun karena kakak nya rewel minta perintah nya segera di turuti. Bagaimana tidak, semua tanggung jawab rumah utuh di serah kan pada si sulung, Billa selama ayah dan ibu mereka pergi ke luar negeri untuk pekerjaan membuat gadis berusia 22 tahun itu semena-mena menurut Berlian!

Setelah selesai mandi yang menguras waktu sekitar kurang-lebih 5 menit, Berlian berjalan keluar kamar mandi kelewat santai. Sejenak ia mengumpulkan nyawa nya sekaligus dengan mata yang terbuka sempurna ketika ia menatap layar di ponsel.

6.40 AM

Sudah pukul setengah tujuh lebih, itu artinya kurang dari setengah jam lagi pintu gerbang sekolah akan segera di tutup. Dengan gerakan cepat dan gesit, Berlian memakai seragam nya asal dan mengambil tas serta ponsel nya.

"Lo kenapa nggak bangunin gue sih?"

Wanita yang tengah menyiapkan sarapan itu melotot sangsi pada Berlian, "WOI BADAK! TANYA AJA SAMA ALARM LO YANG UDAH BUNYI LIMA BELAS KALI!!"

Berlian mengeryit menutup telinga nya sambil menyengir kuda kala kakak nya mendelik, "ya maaf,"

Dengan santai dan mengacuhkan waktu yang terus berjalan, Berlian mengambil sehelai roti dan memakan nya sekaligus mengambil kunci mobil di sebelah nya tanpa memiliki beban rasa bersalah sedikit pun.

"Gue berangkat dulu kak! Salam sama kak Rangga!"

Billa mengeryit saat ada satu hal yang janggal dari Berlian...

"Sejak kapan dia mau pamitan sama gue?" Gumam Billa lalu membalikan badan acuh tak acuh.

"Mobil gue!!" Billa berlari ke halaman rumah tepat saat Berlian terlanjur mengemudikan mobil nya semakin jauh, "BERLIAAAAAAANNN"

Di tempat lain, Berlian tertawa kencang atas kemenangan nya dari Billa. Ia tersenyum puas ketika terakhir kali melihat wajah kakak nya yang merah padam. Bisa kalian tebak saat ini, jika setiap individu memiliki hobi yang unik, maka hobi Berlian adalah menjahili kakak nya.

Sweet ScarsWhere stories live. Discover now