Chapter 19: Boyfriend?

2.6K 215 43
                                    

2 minggu liburan berlalu, sekarang saatnya semester baru dimulai, itu artinya akan terjadi pergeseran kelas bagi siswa yang tidak dapat mempertahankan nilainya.

"Sudah lewat 12 hari, tapi rasa sakitnya masih membekas," ucap Bambam di tengah perjalanannya menuju kelas.

Bambam terus menepuk-nepuk pinggang belakangnya, merasakan rasa sakit yang belum juga hilang. wajahnya memerah, Setiap kali ia mengingat penyebab rasa sakitnya, kejadian yang seperti baru saja terjadi kemarin.

Akhirnya ia tiba di depan kelasnya, tapi yang membuatnya terkejut adalah kelasnya kosong.

"Hai bam, lama tidak bertemu. Apa yang kau lakukan di sini?" sapa Jinyoung ramah dan melingkarkan tangannya ke pinggang Bambam.

"Aww," respon Bambam merasakan bagian sensitifnya di sentuh Jinyoung.

"Kau kenapa, ada yang sakit?"

"Ah, tidak, tidak apa-apa. Aku hanya salah posisi tidur kemarin, membuat semua tulang punggungku sakit."

"Aku tidak menyentuh punggungmu tapi.."

"Ah, di mana semua orang kenapa tiba-tiba kosong seperti ini?" ucap Bambam mencoba mengalihkan topik pembicaraan.

"Semua sedang berada di student hall sekarang, melihat peringkat dan pembagian kelas baru, ini kan semester baru bam. Kau aneh,"

"Umm, jadi kenapa kau di sini, kenapa kau tidak bersama mereka di sana?" respon Bambam kemudian.

"Aku mencarimu bodoh, ini sudah lewat 15menit dan kau tidak juga menunjukkan batang hidungmu di sana. Ayo sekarang kita pergi dari sini," ucap Jinyoung kemudian menarik tangan Bambam berlari ke lantai atas.

at student hall

seperti yang diduga, semua siswa berada di sana, berdiri di depan papan besar kelas dan jurusan masing-masing.

Mata Bambam langsung tertuju pada namja kurus berambut coklat yang berdiri paling belakang di antara kerumunan siswa jurusannya.

Jantungnya berdebar hanya dengan melihat bagian belakang namja itu. sampai akhirnya sang laki-laki kurus membalikkan badannya dan melihat ke arah Bambam.

Mata mereka bertemu, tatapan lembut dan senyum hangat menyapa wajah pagi hari Bambam. Bambam mengalihkan pandangannya kemudian, melihat Jinyoung dan menggenggam lengan sahabatnya itu lebih kuat.

"Hei kau kenapa? kenapa wajahmu merah? Kau sakit?"

Bambam menggelengkan kepala.

"Tidak. Tidak apa-apa," jawab Bambam berbohong.

Mata Jinyoung menemukan Mark yang berdiri sekian meter dari mereka, sedang menatap Bambam yang kini berlindung di balik tubuhnya.

"Oh, dia penyebabnya," ucap Jinyoung.

Jinyoung kemudian menarik Bambam lagi menuju papan pengumuman di depannya, dan melindungi Bambam dari tatapan aneh Mark.

Sekarang mereka ada barisan paling depan, di antara kerumunan siswa di belakangnya.

Dengan awas, mata mereka mencari nama masing-masing. Mulai dari urutan terbawah hingga naik ke urutan teratas.

Bagus untuk Bambam, ia masih berada di tempat biasanya. Peringkat 1 jurusan science di tingkatnya. Tapi Jinyoung?

Jinyoung menemukan nama Youngjae di posisi sepuluh besar, ia senang karena akhirnya mereka bisa kembali berkumpul bersama. Tapi namanya?

Ia bernafas lega, ketika menemukan namanya berada di peringkat 7, tapi matanya membulat ketika menemukan nama Mark Tuan berada 2 peringkat di atas namanya.

Sweet // MarkbamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang