I Love My Brother √ SembilanBelas

3.8K 245 0

"Lo liat apa sih Prill, dari tadi diem mulu?!"cerocos Dinda sambil menarik ponsel Prilly, dilihat nya kiriman Clara tersebut Dinda menghela nafas berat lalu memberikan lagi ponsel Prilly

"Udah lah, enggak usah dipikirin."ucap Dinda sambil mengelus legan Prilly

"Prill, lo enggak ada niatan buat buka semua keburukan si Clara?"tanya Rini sambil menarik turun kan alisnya

"Sekarang belum saat nya Rin."

"Mau sampai kapan lo gini? Terlalu baik lo jadi orang."ucap Rini sambil mendesah nafas kecewa

"Udah lah Rin."lerai Dinda

"Gimana gue mau diem Din, lo bayangin aja tuh si Clara udah buat Prilly jadi kayak tadi, kalau gue tadi ada, habis tuh si Clara sama gue, gue jambak, cakar, tampol dan kalau bisa gue bikin dia hilang dari bumi ini langsung!"ucap Rini menggebu-gebu marah

"Udah lah Rin, mau diapain lagi coba, lo tau sendiri kan gimana Clara? Udah lah Rin, kita mau marah juga pasti tuh si Ali belain."ucap Dinda sambil memainkan ponsel nya kembali

"Ya udah lah ya, gue tau dan hafal banget Clara gimana, tapi tahan aja tuh si Ali ya 1tahun? Kalau gue liat aja enek, gimana Ali?"

"Ali udah cinta,"jawab Prilly cepat, "Ali kan udah cinta sama Clara jadi pasti dia lebih milih Clara lah."tambah Prilly lagi

"Cemburu, i know you!"jawab Rini sambil tersenyum simpul

"Isshh-_-,, siapa juga coba yang cemburu? Orang gue bilang nya fakta kok."sahut Prilly sambil berdiri dari duduknya dan berjalan kearah dapur mengambil gelas dan mengisinya dengan air

"Cemburu bilangan aja deh Prill,"

"Terserah deh Rin."ucap Prilly sambil berjalan membawa gelas yang isi air tersebut lalu duduk di antara Dinda dan Rini

Tak lama, Rehan dan Andi pun menghampiri mereka bertiga yang asik mengobrol

"Nah dari mana aja sih lo berdua?"

"Dari sholat lah, terus ganti baju."ucap Andi lalu menghempaskan pantatnya di ikuti pula dengan Rehan, di bawah karpet lalu mengambil remot tv di meja dan menghidupkannya

"Mau delivery apa?"

"Mc'd aja!"sahut Rehan dan diangguki setuju sama Andi

"Iya udah telfon gih Prill."ucap Rini

"Ya udah."Prilly pun mengambil ponsel lalu mendial nomor delivery Mc'd tersebut
Selang beberapa menit delivery pun diantarkan, mereka pun langsung memakan Mc'd tersebut

Setelah makan mereka pun bercerita banyak hal, yang laki-laki sambil bermain PS nya

"Prill.."

"Hm?"

"Lo beneran enggak papa gitu terus pacaran sama Roy?"

"Kalau memang Tuhan masih ngizini ya udah mau gimana lagi, awal nya memang gue yakin tapi setelah nya gue nyesel dan gue baru sadar bahwa cinta tak akan pernah bisa di paksain, gue mau putus itu pasti tapi gue juga enggak mau buat resiko Rin, Din, kalau memang Tuhan masih ngizini buat gue sama dia sama-sama gue harus siap jalani nya."

"Enggak, pokoknya gue enggak setuju."sahut Dinda

"Sama, enak aja, udah putusin aja deh Prill, gue enggak mau sahabat gue kena masalah cuma karena masalah gini aja?!"

"Udah nanti deh kalau memang Tuhan udah nunjuki bener-bener siapa sebenarnya Clara dan Roy!"ucap Prilly

"Maksud lo?"

"Ya maksud gue, gue sebenarnya curiga sama Roy dan Clara seperti nya mereka ada main di belakang gue dan Ali,"

"Sepertinya mereka yang merencanakan ini semua."tambah Prilly lalu menatap kedua sahabat nya itu dan sahabatnya itu dengan tampang melongo nya melihat Prilly berucap seperti itu, biasa nya Prilly itu paling posthink diantara mereka tapi kenapa hari ini dia nethink, sebenarnya Dinda dan Rini juga merasa kan hal yang sama merasa ada yang ganjil aja gitu, entah apa!

"Enggak usah melongo, jelek lo!"cerca Prilly lalu mengambil salah satu snack di meja lalu memasukkan ke mulutnya

"Dih! Tapi gue juga merasa gitu si Prill, pas gue mau ketoilet kemarin di taman belakang gitu gue liat ada Roy dan Clara lagi ngobrol tapi karena gue kebelet jadi gue enggak terlalu pikirin banget."ucap Rini sambil mengingat-ingat saat kemarin dia bertemu dengan Roy dan Clara di taman belakang

"Masa?"

"Gue serius, Din."jawab Rini dengan tampang serius

"Ya ya ya, udah lah dari pada lo berdua mikir nethink mulu mending kita seru-seru an aja gimana, nyanyi yuk pakai piano dan gitar."ucap Dinda lalu bangkit dari duduknya dan pergi menuju ruang musik

"Yuk."di ikuti juga dengan Rini dan Prilly di belakang

"Rin lo piano ya? Prilly gitar."

"Kok lo ngatur sih?"

"Dih, udah deh cepetan."

Mereka pun berdiri di belakang alat musik Rini dengan pianonya, Prilly dengan gitarnya lalu Rini mulai menekan tuts tuts piano itu lalu Prilly mulai memetik gitar dan mereka pun menyanyikan lagu Jangan Hilangkan Dia Rossa

*putar lagu di mulmed ya

Kau yang terbaik yang pernah aku dapatkan
Dan yang terbaik yang selalu kudengar
Aku tau kini takkan mudah
Tuk bisa terus bersamamu

Suara Dinda melantun Indah terdengar

Karna malam ini
Saat yang terindah bagi hidupku
Oh Tuhan jangan hilangkan dia
Dari hidup ku selamanya

Dan kali ini suara merdu Prilly yang penuh penghayataan dan menyentuh

Sungguh ku tak ingin
Hatiku jadi milik yang lainnya
Ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin
Kutemukan lagi

Lirik yang ketiga oleh Rini yang menyambungnya

Apa jadinya jika tanpamu disini
Lebih baik aku mati saja
Bila harus melihatmu
Bersanding tapi bukan dengan aku

Karna malam ini
Saat yang terindah bagi hidupku
Oh Tuhan jangan hilangkan dia
Dari hidupku selamanya

Sungguh ku tak ingin
Hatiku jadi milik yang lainnya
Ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin
Ku temukan lagi

Karna malam ini malam ini malam ini
(Saat yang terindah dalam hidupku oh Tuhan jangan hilangkan dia dari hidupku selamanya)

Sungguh sungguh aku tak ingin
Hatiku jadi milik yang lainnya
Ku bersumpah kau sosok yang tak mungkin
Kutemukan lagi

Selesai menyanyikan lagu mereka pun tersenyum lebar dan puas sama-sama, Rini dan Dinda tau kalau memang lagu tersebut sangat menyentuh sekali ini hati Prilly

"Udah yuk."ucap Rini lalu mereka pun keluar dari ruang musik tersebut

#################

Plg, 14/08/2016

Ketemu dengan author jelek disini, makasih atas antusiasme kalian di chapter kemarin pada kesel sama Clara ya? Clara di chapter ini enggak ada kemungkinan di chapter berikutnya hihi😂😂 siap" aja siapin tenaga kalian buat chapter berikutnya😂✌ nanti akan ada chapter mereka kok Ali dan Prilly, tungguin aja, dan untuk chapter ini kalian harus pada komen😂 aku tunggu ya😉 makasih 😘😍

Typo? Maaf

Putrin

I Love My Brother [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang