I Love My Brother √ TujuhBelas

3.4K 247 0

Prilly memasuki perkarangan rumahnya yang sederhana itu tapi kelihatan megah dan mewah

"Non Prilly?!"panggil pak Ton

"Ya, pak Ton ada apa?"tanya Prilly

"Itu ada titipan dari den Ali."jawab pak Ton

"Apa?"

"Enggak tau juga Non, den Ali tadi cuma menitipkan ini aja udah gitu pergi."

Prilly menangguk mengerti, "mana titipannya pak?"

"Ini non."ucap pak Ton sambil memberikan sebuah kotak yang cukup besar

"Apa ya?"

"Coba non buka aja biar enggak penasaran."

"Tapi takut ah pak Ton."

"Non enggak percaya sama den Ali?"

"Bukan, bukan enggak percaya tapi ya gimana ya?"ucap Prilly sambil menggaruk kepalannya yang tak gatal sama sekali itu

"Pak Ton tadi nanya enggak sama Ali?"

"Enggak non."jawab pak Ton sambil menggelengkan kepalanya

"Ya udah deh pak, saya masuk dulu ya, makasih."

"Iya non, sama sama."Pak Ton tersenyum

"Setelah sekian lama, kotak itu ku simpan karena selalu non Prilly menolak karena enggak tau siapa yang memberi, tapi setelah aku jujur bahwa yang memberi den Ali, akhirnya dia mau menerima juga."guman pak Ton setelah nyonya itu masuk

***

Prilly pun masuk ke dalam kamarnya dan langsung berlari kebalkon sambil membawa kota yang di beri Ali tadi

"Apa ya?"

"Kalau gue buka ada apa apa nya gimana?"

"Tapi enggak mungkin ah kk Ali gitu?"

"Ya udah gue buka aja."

Prilly pun membuka kota silver itu dan ternyata isinya;

"Jaket couple, sepatu couple, topi couple, cincin couple, yang kita beli sama sama?"

Rasa nya Prilly melihat itu ingin menangis tapi? Ia tak boleh menangis! itu yang selalu di yakini kepada dirinya

Ya, itu adalah barang barang couple yang mereka beli dulu sekita satu tahun yang lalu, tapi sekarang kenapa Ali mengembalikan semua nya kepada Prilly?

"Ada Note nya enggak ya?"

Prilly mencari cari Note tapi tidak di temukannya juga,

'Barang barang couple yang kita beli selama ini lo kembalikan kepada gue kk? Terlalu munafik lo jadi orang, gue hanya berharap lo masih ingat janji lo kepada gue saat kita membeli barang barang ini.'

Prilly menghela nafas kasarnya itu dan menutup mata nya rapat seolah dia butuh oksigen untuk menghirup udara masuk ke dalam paru paru nya

Tiba tiba kepalanya jadi pusing, masa masa indah nya bersama Ali, kenangannya bersama Ali seolah berputar cepat seperti film yang sedang di putar di otak kepalanya

"Kenapa gue harus seperti ini? Kenapa?!"ucapan Prilly menjadi lemah dan air mata pun mengalir dengan derasnya membasahi pipi nya

I Love My Brother [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang