I Love My Brother √ DuaPuluhTiga

3.7K 243 7

Prilly berjalan bergandengan tangan bersama Zidan menyusuri koridor sekolah yang sudah sepi karena jam perlajaran 5-6 sudah dimulai dari 10 menit yang lalu

"Aku kelas berapa?"

"XII-Ipa1."jawab Prilly sambil melihat - lihat kelas XII-Ipa1

"Oh, ayo cepat Prill. Nanti udah masuk."

"Enggak kok, lagian kamu sama aku ini, nanti aku yang bilang."ucap Prilly lalu mengetuk pintu kelas XII-Ipa1

"Maaf bu, boleh saya masuk? Ini ada anak baru."ucap Prilly saat setelah kelas tersebut dibuka oleh seorang guru

"Oh iya, ayo masuk Prill ajak anak baru nya juga."ucap guru tersebut lalu membuka pintu itu lebih lebar lagi

Prilly dan Zidan masuk kedalam ruang kelas tersebut,

"Nama kamu siapa?"tanya guru tersebut

"Zidan Driansyah Syafiq. Bu Sania."jawab Prilly

"Oh Zidan, silakan perkenalkan diri kamu didepan teman - teman kamu."

"Nama saya Zidan Driansyah Syafiq, biasa dipaggil Zidan. Saya pindahan dari Semarang."ucap Zidan

XII-Ipa1 adalah kelas Ali, Andi, dan Rini. Saat mengetahui bahwa anak baru tersebut; Zidan, masuk kekelas mereka, mereka terkejut bukan main apalagi didampingi Prilly disampingnya, Ali yang melihat hal tersebut langsung memalingkan arah pandang nya membuka handphone nya seolah tak mendengar apa yang diucapkan oleh laki - laki yang bernama Zidan tersebut

"Zidan, kamu sekarang sudah bergabung di kelas ini, silakan kamu duduk disebelah Ali."ucap Sania yang berdiri sebagai guru disini

"Sama saya bu?"tanya Ali sambil menunjuk dirinya sendiri

"Iya sama kamu Ali, emang dikelas ini ada nama Ali selain kamu?"

"Ayo, silakan duduk Zidan itu disebelah Ali."ucap Sania, lalu tak lama setelah itu Zidan dan Prilly berjalan kearah kursi dimana Ali duduk

"Ali, boleh kan Zidan duduk disini?"tanya Prilly hati - hati

"Silakan aja."ucap Ali datar lalu kembali memainkan game nya yang tak sempat tertunda

"Ya udah, kamu duduk aja disini, nanti pulang aku kekelas kamu lagi."ucap Prilly lalu tersenyum manis kearah Zidan

Ali yang melirik dari ekor matanya hanya tersenyum kecut lalu menggelengkan kepalanya sedikit, entah kenapa rasa nya sesak saat Prilly tersenyum manis kearah Zidan tersebut,

"Ali titip Zidan ya?"

"Dia bukan anak kecil Prill, pasti dia bisa jaga diri sendiri, enggak usah lebay gitu kali."sahut Ali tanpa melihat kearah muka Prilly

"Iya maksud gue, tolong lo ajari kalau dia enggak tau."

"Iya Insha Allah."ucap Ali lalu mematikan handphone nya dan menaruhnya kembali kesaku nya

"Ya udah kalau gitu aku pamit kekelas."ucap Prilly lalu melangkahkan kaki nya kearaha Sania untuk pamit

Saat Prilly sudah menghilang dari kelas tersebut Zidan menoleh kearah Ali

"Kamu kenal Prilly Zahra Arbianafara?"

Pertanyaan yang bodoh, sangat bodoh. Tapi Ali bisa memaklumi hal tersebut mungkin Prilly belum cerita kepada Zidan tentang dirinya dihidup Prilly, tapi apakah memang belum? entah kenapa firasat nya untuk Prilly bahwa Prilly; tak akan pernah menceritakan kisah Ali kepada Zidan, karena rasa kecewa dan benci itu masih tetap tepatri rapi dihati Prilly.

I Love My Brother [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang