"Pak Ravi, tolong Deepa." isaknya tersedu-sedu.
Gadis polos itu begitu basah kuyup. Ravi segera membawanya masuk, meraih handuk dan membelit tubuhnya yang menggigil.
"Ada apa?" Ravi meraih satu handuk lagi, mengusap rambut basahnya agar kering.
"Mami sama papi, hiks.." Deepa menangis lagi.
Ravi membiarkannya menangis lepas dulu, dia sibuk mengeringkan rambut lalu beranjak mengambil pakaiannya yang dikira akan tidak terlalu longgar.
"Ceritanya nanti, ganti pakaian dulu, Dee.."
Ravi menatap kepergiannya yang lunglai dengan masih terisak.
Dewa dan Aulia kembali pindah ke tanah air. Sudah 10 tahun kurang lebih. Katanya ingin menua di sini.
Dan gadis itu anak dari tetangga yang ada di dekat rumah orang tuanya. Sekaligus anak didiknya.
Ravi menjadi guru di sekolah Deepa, sungguh kebetulan. Sudah kenal lama juga, makanya Deepa berani mendatanginya begini.
Ravi mengirim pesan pada Aulia agar menyampaikan pada orang tua Deepa kalau kini Deepa ada bersamanya.
Ravi memilih menyiapkan minuman hangat, Deepa sangat suka susu coklat jadi dia buatkan susu coklat hangat.
"Udah? Minum dulu." Ravi duduk, menatap Deepa yang duduk di sampingnya.
"Makasih, pak Ravi."
Ravi menghela nafas, dia harus membiasakan diri dengan panggilan Deepa yang baru itu selama menjadi gurunya.
Biasanya juga tidak sopan dengan memanggilnya Api. Awal-awal Ravi marah karena di samakan dengan Api, tapi namanya anak kecil memang bandel.
Mereka berbeda 7 tahun.
"Jadi ada apa?"
Deepa menyudahi minumnya. "Mami sama papi," kedua matanya seketika berkaca-kaca lagi. "Mau cerai." bibirnya bergetar lirih.
Ravi mengusap rambut Deepa, dia sebagai anak bungsu bertemu Deepa kecil jelas bagai memiliki adik.
Tapi Ravi sadar, setelah besar Deepa tak pantas jadi adiknya lagi karena terlihat seperti wanita di matanya kini.
"Udah yakin?"
Deepa mengangguk. "Mereka udah urus surat-suratnya." Deepa semakin menunduk, kembali banjir air mata.
Deepa merasa hilang arah setelah mengetahuinya.
"Sementara tenangin diri di sini, mau makan apa?"
Deepa menggeleng, mana bisa makan. Dia terus merasa takut, di depan terasa gelap.
***
Ravi menyelimuti Deepa. "Tidur, ada apa-apa panggil aja." lalu tersenyum tipis.
"Pak Ravi tidur di sofa?"
Ravi mengangguk. "Jangan terus panggil pak, kita ga di sekolah, Dee.." lalu pergi keluar.
Ravi menata bantal, menarik selimut dan mulai tidur.
Hingga tengah malam Ravi membuka mata, mendengar tangis manja di sampingnya.
Deepa memeluk lutut di bawah sofa tepat di depan wajah Ravi yang masih rebahan itu.
"Ke depannya aku harus gimana, Api." lirihnya serak.
Ravi tertegun, mendengar panggilan yang sudah hampir 3 tahun tidak dia dengar karena diganti jadi pak Ravi itu.
Ravi bangun, mendekat dan memeluknya. Deepa tak bisa menahan lagi, tangisnya kembali pecah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kosan Bebas 2
Romansa#Dewasa Kisah cinta di beberapa penghuni kosan bebas 2, bagusnya baca yang kosan bebas 1 dulu ya :)
