Top #1 Fiksi Ilmiah & #1 Action (Rekomendasi Wattpad)
Ketika batas antara manusia dan mesin mulai memudar, lahirlah seorang entitas yang menantang takdir itu sendiri. Dikenal sebagai Proxyy, ia bukan sekadar manusia, bukan pula sepenuhnya kecerdasan...
Layar monitor itu menjadi satu-satunya sumber cahaya di ruangan yang pengap oleh aroma kabel panas dan kopi dingin. Di luar, hujan Jakarta jatuh seperti ribuan jarum yang menghantam atap seng. Namun di sini—di ruang antara nol dan satu—segalanya sunyi.
Kursor itu berkedip. Dan tanganku gemetar.
Prompt putih di atas latar hitam menatapku seolah menantang.
EXECUTE PROJECT: PROXYVERSE? (Y/N)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Dulu, aku percaya teknologi adalah pelayan manusia yang diciptakan untuk memudahkan hidup dan menaklukkan batas-batas dunia. Namun malam ini, aku memahami kebenaran yang lebih dingin.
Teknologi bukan lagi pelayan. Ia adalah wadah. Sebuah sekoci darurat bagi jiwa yang ditolak oleh kematian.
Suara dokter itu kembali terngiang—dingin dan tanpa belas kasih. Ia berbicara tentang sel yang rusak, waktu yang menipis, dan harapan yang tak dapat dibeli.
Saat itu, aku melihat ibuku—wanita yang mengajarkanku cara membaca dunia—hanya terdiam.
Dia menyerah pada hukum biologi. Tapi aku tidak.
Jika Tuhan menarik napasnya, aku akan memberinya napas buatan dari algoritma. Jika tubuhnya hancur, aku akan membangunnya kembali dari ingatan yang terukir dalam jaringan neural tanpa batas.
Namun, saat jariku melayang di atas tombol Enter, sebuah pertanyaan dingin menyelinap di sela-sela logika teknisku:
"Jika aku berhasil menariknya kembali dari kegelapan...Siapa yang sebenarnya akan bangun?"
"Apakah itu sosok yang mendekapku saat kecil, atau sekadar kumpulan data yang pandai berpura-pura menjadi manusia?"
Aku memejamkan mata. Napasku memburu.
Dunia nyata telah gagal melindunginya. Sekarang, biarkan dunia buatanku yang mencobanya.
Jariku menekan tombol itu.
> Y Initializing ProxyVerse... Uploading Consciousness... Welcome Home, Mother.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.