Dua Tahun Lalu..
Camorra Altaraya, atau biasa di panggil Amora, menatap punggung laki-laki dengan kaos oblong bertuliskan angka 19 dipunggungnya, sedang men-dribble bola basket di tangan kanannya.
Gadis bermata coklat itu duduk dibarisan para gadis lainnya yang sedari tadi bersorak untuk seorangan Arsenio Ganendra.
Meski Amora tidak ikut bersorak, Sabrina, sahabat Amora itu tahu bahwa di dalam hatinya, Amora sudah berkali-kali mengucapkan sumpah serapahnya melihat ketampanan Arsenio yang bertambah 100x lipat saat bermain basket.
---
"Lo yakin mau nerima dia, Ra? Sadar dong sama apa yang lo denger barusan!" Kesal Sabrina saat mendengar keputusan Amora yang terlihat sudah bulat itu.
Sabrina tak habis pikir oleh sahabatnya itu, pasalnya, baru beberapa menit yang lalu mereka berdua tidak sengaja mendengar percakapan Arsenio dengan teman gengnya yang bernama Hegar, dimana laki-laki itu memberikan dare atau sebuah tantangan kepada Arsenio untuk berpacaran dengan Amora.
Ya betul. Amora.
Entah apa awal pembicaraan mereka, namun saat nama Amora di sebut, Sabrina dan Amora lantas menghentikan langkah mereka dan bersembunyi dibalik tembok besar yang berada di belakang sekolah untuk mendengarkan percakapan para laki-laki itu.
"Amora? Ngapain gue harus pacaran sama dia?" balas Arsenio tanpa minat pada Hegar.
"Yaelah, lo takut gak bisa deketin dia kan? Secara lo aja gak pernah pacaran bro!" Jawaban Hegar membuat Arsenio berdecak kesal.
"Eh, kalo lo bisa dapetin Amora dan pacaran sama dia satu minggu, motor kesayangan gue buat lo!" lanjut Hegar
"Wah! Yakin gak lo? Kalo si Arsen berhasil dan motor lo itu diambil alih, ntar nangis!" timpa Navier yang sedari tadi hanya menyimak percakapan bodoh para temannya ini.
"Gak akan. Lagian, si Arsen gak bakal berhasil, gue jamin."
Mendengar itu, Hegar, Navier dan juga Mahesa menatap Arsen yang tampak sedang berfikir keras. Hingga beberapa detik kemudian, laki-laki sipit itu menjawab..
"Seminggu doang kan?" tanya Arsen yang langsung mendapat respon tak percaya dari ketiga temannya.
"Jangan tarik ucapan lo, karna besok, gue pastikan Amora bakal jadi cewek gue." ucap final Arsenio pada Hegar.
Amora mengangguk yakin. "Gue yakin, sab. Tenang aja."
Tidak ada rasa kesal atau tersinggung pada wajah cantik Amora, gadis itu malah menyunggingkan senyumnya. Akhirnya, Amora akan berpacaran dengan seorang Arsenio, laki-laki yang sudah dia sukai sejak tahun lalu saat ia masih duduk dikelas 10.
Meski hubungan ini adalah permainan, Amora tidak peduli. Ia kan memanfaatkan waktu tujuh harinya sebaik mungkin untuk berpacaran dengan Arsenio. Karna hal ini, mungkin tidak akan bisa terjadi lagi di masa depan.
Dan, tolong..
Jangan katakan bahwa Amora terobsesi dengan Arsen.
Karna nyatanya, Amora tidak sebodoh itu.
YOU ARE READING
Still Into You
General FictionCamorra Altaraya, gadis yang sangat menyukai laki-laki incaran satu sekolah bernama Arsenio Genendra sejak semester pertama di SMA GUNADARMA itu tiba-tiba mulai balik membenci saat hari ke tujuh ia berpacaran dengan Arsenio. Dimana tenggat waktu mer...
