1+1

19 4 2
                                        

DISCLAIMER PART MENJIJIKAN

Jangan baca sambil makan, jika takut mohon untuk di sekip part yang menggelitik, tidak untuk di jadikan inspirasi, tidak boleh berfantasi lebih, tolong untuk tidak melakukan hal serupa, karena ini hanya fiksi, jika kalian melakukan hal serupa, baru satu nyawa kalian pasti masuk penjara

Jadi nikmati saja sebagai bacaan, jangan di jadikan inspirasi peluapan emosi.

Jangan berfantasi lebih bahwa cerita ini akan luar biasa, ini hanyalah cerita biasa bertema horor pembunuhan, terimakasih.

Teriakan tertahan itu membuat seringai muncul di wajah seseorang yang setengah wajahnya tertutup topi, orang itu nampak telaten menusuk nusuk pisau buah di tangannya pada bagian payudara sang korban, perempuan adalah target utamanya, belum puas membuat korbannya menangis menahan perih dan sakit, ia lanjut menyeret rambut korbannya menuju sebuah mesin penggiling.

Wajahnya menunduk menatap korban yang sudah ketakutan setengah mati, "tolong, tolong jangan bunuh saya, tolong, saya mau hidup, tolong jangan bunuh saya dengan mesin itu."

Orang itu menulikan telinganya tak perduli, ia mulai menghidupkan mesin itu lalu mencoba kinerja mesinnya dengan menggiling sebuah kelinci yang sejak tadi berada di keranjang dekat kakinya.

Orang itu tertawa, suara yang membuat sang korban bergidik ngeri dan kembali memohon, namun tidak ada rasa empati sedikit pun, ia langsung menyeret rambut korbannya dan memasukan kepala korban menuju mesin penggiling itu.

Cipratan darah membuat sang pelaku kembali tertawa keras, tubuh yang terguling guling di mesin dengan darah yang semakin banjir di lantai membuatnya tertawa bahagia.

Tepat setelah mencapai setengah tubuh, ia menghentikan mesinnya, melepaskan tubuh yang hanya tersisa bagian pinggang ke bawah, ia menarik bagian tubuh itu dan membantingnya ke lantai, ia beranjak menuju rak tinggi yang berisi pisau pisau tajam.

Ia mengambil satu pisau yang terlihat lancip lalu mengukir sesuatu di potongan tubuh korbannya.

1+1

"Selamat bertemu Tuhan."

----

Dering ponsel membangun seorang laki-laki yang tengah bergelut dengan selimutnya, ia mengerjap beberapa kali sebelum mengangkat ponselnya, "Apa setan?! Gue masih ngantuk!"

"Pulang aja, pintunya gak gue kunci." Laki-laki itu kelihatan murka, ia kembali meletakkan ponselnya penuh sebal, ia langsung terjaga sepenuhnya tidak lagi mengantuk padahal semalam ia sudah melalui malam yang panjang.

Laki-laki itu akhirnya bangkit dari tempat tidurnya, keluar menuju kamar mandi untuk membilas wajah, ia duduk sejenak menatap layar televisi yang tidak menyala, cukup beberapa detik hanya memandang layar gelap itu akhirnya ia mengambil remote dan menyalakannya.

Ia dengan cepat mencari siaran berita terkini, dan tidak salah lagi, berita itu menayangkan sebuah berita pembunuhan, pembunuh yang biasa di sapa one plus one oleh masyarakat di kotanya.

"Seminggu sekali pasti ada yang di bunuh, gila, apa gak takut di curigai polisi ya?" Laki-laki itu memperhatikan berita dengan seksama, keningnya berkerut dalam.

"Bang!" Seruan dari balik pintu masuk membuatnya berdecak, tak lama seorang perempuan muncul dengan balutan hoodie kebesaran berwarna merah menyala.

Satu + SatuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang