Chapter 1

11 1 0
                                        

🔥selamat membaca 🔥

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

🔥selamat membaca 🔥

°°°

"FUCK! Sialan lo, Riaaa!"

Teriakan lantang dari lantai dua SMA Harmony Hills menggema—menyerukan satu nama, mengalihkan atensi seorang gadis berambut ikal sepunggung di tengah lapangan basket.

"Taik, ya lo!"

Gadis berkulit putih dengan memakai pakaian olahraga itu pun mendongak, menatap sosok perempuan yang menatap geram dirinya saat ini.

"Jangan sampai tiga kali gue teriak ya!" serunya kembali dengan lantang.

Perempuan bernama Ria itu hanya berdecak pelan lalu membalas umpatan itu dengan mengacungkan jari tengahnya tinggi-tinggi.
Tidak peduli suara riuh dari pinggir lapangan saat jari tengahnya mengacung di udara.

Seolah menunjukkan bahwa apa yang baru Ria lakukan tidaklah sopan mengingat mereka berada di lingkungan sekolah. Ria tetap berani melakukan hal itu di tengah lapangan yang ramai dengan para siswa di jam pelajaran olahraga.

Sementara sosok di lantai atas langsung saja mengucapkan kalimat yang membuat Ria tercengang. Tak menyangka kalau orang tersebut akan seberani itu.

"Bitch! Motherfucker, Ria!"

Semua orang di lapangan menganga. Memang bukan sekali ini saja kedua gadis yang termasuk jajaran populer dan incaran para kakak kelas itu berbuat sedemikian, mereka bahkan menyandang gelar friendshit karena selalu mengucapkan sumpah serapah.

"Lagi-lagi. Cewek gak waras," tandas Ria menggeleng heran.

Segera Ria melempar asal bola basket ditangannya menuju ring dan ya ... bola itu masuk tanpa Ria sadari, membuat kehebohan kembali terdengar. Kehebohan yang selalu terjadi jika Ria ikut andil dalam permainan olahraga di lapangan.

"Guys, gue selesai main ya!" serunya pada teman-temannya. "Minta tolong, bilangin ke Raka gue duluan ke kelas!"

"Ya, ya, nanti gue bilang. Lo sana aja. Kayaknya tuh si Sarah kesal lagi sama lo!"

Ria tersenyum mendengarnya. Segera ia langsung berlari ke pinggir lapangan. Perempuan dengan nametag Ria Fyodora Leah itu segera menenteng tas kecil berisi minumannya menuju ruang ganti.

Saat kaki jenjangnya menapak di belokan kelas menuju ruang ganti, sosok perempuan yang mengumpat dirinya sejak tadi muncul tiba-tiba--menghadang langkahnya menuju ruang ganti.

THE TWISTED DESIRESStories to obsess over. Discover now