Hari - hariku telah aku lewati cukup panjang, dengan kegiatan berkesinambungan. Yaitu, bermain game, makan, dan tidur. Setelah lulus dari SMA, aku memutuskan untuk menentang kedua orangtuaku melanjutkan pendidikan ke S1, karena aku cukup lelah kembali belajar. Namun, aku tidak berkerja kantoran atau pekerjaan yang cukup melalahkan tubuhku. Jadi, aku hanya melanjutkan hobiku menulis novel online untuk menghasilkan uang.
Menurut banyak orang, aku sangat introvert dan nolep. Padahal, aku tidak merasa begitu. Karena, aku meluangkan waktu disetiap hari sabtu dan minggu untuk bertemu teman game onlineku. Bahkan, 3 hari lagi. Aku akan bertemu lelaki bernama Joe yang cukup membuatku penasaran selama 1minggu ini.
Sebenarnya, pertemuanku dengan Joe dalam game online hanya sekedar iseng untuk memenuhi slot couple karakter gameku saja, tapi siapa sangka? Joe memutuskan untuk menemuiku di Kota Surabaya. Bahkan, kami tidak pernah video call ataupun bertukar foto.
Ntah kenapa, aku cukup yakin ia tampan. Karena, suaranya like a cool boy and good boy. Bahkan, aku cukup tercandu - candu sampai setiap malam kami mengobrol tentang kegiatan yang telah dilakukan hari ini.
"Kita tidak pernah bertukar photo sebelumnya, apakah kamu tidak ingin memberikan photomu kepadaku?" Tanyanya melalui telepon yang sedang tersambung.
"Bukankah, kau bisa melihatnya melalui sosial mediaku? Apakah kurang meyakinkan? Bagaimana kalau kita video call saja?" Tanyaku kepadanya. Karena, aku cukup jarang suka foto. Sekali berfoto hanya pada momen tertentu dan mood yang bagus saja.
"Sebentar, aku lupa menaruh hpku dimana. Karena seharian ini, aku sedang mengejar deadline untuk Project Linux X Python 3 supaya bisa menghubungkan mesin dan software, dengan sempurna. Bahkan, aku masih belum beranjak dari PC untuk menelponmu malam ini."
Aku cukup berbunga - bunga mendengar ucapannya. Karena, disela kesibukannya masih bisa menghubungiku.
"Kelihatannya susah, bolehkah aku melihatnya?" Tanyaku. Sejujurnya, aku meragukan pekerjaannya. Karena, bukankah seorang pekerja IT sangat sibuk, tapi terkadang ia bisa menemaniku bermain game.
Aku melihat sebuah screenshot yang dia kirimkan. Nampak statistik bergambar jantung manusia yang dibawahnya terdapat garis denyut nadi berwarna merah dan hijau.
Aku secara spontan bertanya kepadanya "Apakah kau berkerja untuk rumah sakit?"
"Ya, aku mendapatkan tawaran FWH. Jadi, aku datang kerumah sakit hanya untuk bertemu dengan HRDnya saja. Agar, aku dapat langsung melakukan instalisasi sistem, lalu selesai."
"Pantas saja, kau memiliki banyak waktu untuk bermain game denganku."
Joe tertawa mendengar ucapanku "Kapanpun aku bisa selalu ada untukmu. Kecuali, saat aku mengerjakan koding. Karena, aku butuh fokus lebih agar cepat menyelesaikan project."
Dasar lelaki buaya, mulutnya manis sekali.
Aku hanya ikut tertawa bersamanya, tapi tidak lama dia mengirim screenshot penerbangan dari Jakarta ke Surabaya yang terjadwal besok. Aku langsung melotot untuk memastikan tanggal yang tertera keliru "Apakah kau bercanda Joe? Bahkan, aku belum melihat wajahmu. Bagaimana bisa aku menemuimu Joe?" Tanyaku dengan sedikit memancing agar ia segera menyerahkan potret dirinya, tapi bukannya memberikan foto. Dia malah berpamitan untuk membeli makan dan tidur untuk mempersiapkan diri.
"Tunggu saja, dirumah. Aku akan menghampirimu, tidak perlu menjemputku."
"Baiklah."
Setelah telepon ditutup, aku rasanya kena sambar lelembut. Karena, aku rasanya sangat excited, senang, penasaran, dan takut tidak sesuai dengan ekspektasi harapannya.
YOU ARE READING
Fruit Heart
RomanceKehidupan memang singkat, tapi perlu perjuangan untuk menggapai cita - cita ditengah rasa bimbang dan harapan. Aku Luci wanita yang bertekat memperjuangkan cinta dan massa depan dalam kehidupanku. Awal tahun 2024, aku memutuskan untuk menikah dengan...
