Prolog

7.9K 195 40
                                        

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صلى على سيدنا و مولنا محمد ✨

.

.

Assalamualaikum
.
.
.
Welkom ges
..


"Kak El!!!" Teriak Alsha sembari berlari menuju Elhaqq dengan kedua tangan direntangkan layaknya anak kecil yang tengah bermain pesawat-pesawatan.

Al mempercepat langkah kemudian menyilangkan tangannya, dengan maksud ingin mendekap tubuh El.

Sayangnya, El lebih gesit, ia berhasil menghindar, membuat Al hanya berhasil mendekap angin bahkan hampir terjungkal. Ekspresi Al pun berubah drastis, dari yang awalnya senyum dengan pancaran sejuta bahagia, kini ia mengerucutkan bibirnya seperti topi nenek sihir.

"Angin lagi, angin lagi, kapn Al bisa meluk Kak El asli?" Gerutu Al, tetap setia dengan bibir kerucutnya.

El mengulum senyum khasnya. Senyum yang kalau kata Al paling manis di dunia, katanya sih senyum itu bisa buat kadar gula darah Al naik sepuluh kali lipat.

"Bukan mahramnya Al" jawab El dengan suara selembut cloud bread.

"Terus kapan? Al itu udah gemes banget pengen cubit pipinya kak El!" Rengek Al, seperti anak kecil yang meminta es krim tapi tak kunjung dituruti.

Tanpa aba-aba, El menarik ujung kerudung yang dikenakan oleh Al, membuat wajah cantiknya tertutup sebagian.

"Ngaji dulu, belajar yang bener baru boleh jadi masa depan saya" titah El.

Al yang mendengarnya berdecak kesal kemudian merapikan kerudungnya kembali dan menampilkan wajah masam.

"Ituuuuu lagi, nggak ada nasihat lain?"

Belum sempat pertanyaan Al dijawab, El tiba-tiba berjongkok, menarik ujung tunik selutut berwarna coksu milik Al. El menariknya hingga memasuki sebuah ruangan yang terletak tak jauh dari tempat mereka sebelumnya berdiri.

"Kak El ken—" karena keras dan cemprengnya suara yang dikeluarkan oleh Al, membuat El terpaksa menabom Al dengan kitab yang berada di tangan kanannya.

"Diem dulu Al, ada pak Sulton" Bisik El menunjuk keluar pintu.

Benar saja, diluar sudah ada pak Sulton, salah satu pengurus senior berjalan dengan membawa kitab sebesar KBBI di tangan kanannya.

"Sampek kapan kita terus-terusan sembunyi sih kak?"

Lagi-lagi, hanya senyumlah yang menjadi jawaban El. Senyum yang tak pernah bisa dibantah oleh Al.

"Saya ngaji dulu ya Al, besok setelah rapat kalau saya ada waktu, kita ketemu lagi" pamit El.

"Iya, Al juga mau siap-siap sekolah" jawab Al. Ia mengintip keluar.

Setelah dirasa aman, Al melangkahkan kakinya menuju boarding putri. Disusul El yang menuju arah berlawanan. Merasa ada hal yang terlupakan, El menghentikan langkahnya

"Assalamualaikum Al"

Meskipun tergolong pelan, suara salam tersebut masih terdengar jelas di telinga Al, membuatnya ikut menghentikan langkah.

"Waalaikumsalam El-nya Al"

—°°°°—

Haiiii This my first story. Mohon dimaklumi kalau banyak minusnya. Happy reading!

Salam hangat dari author 🥰

Al & El : Gus, atau Pengurus? | Lanjut After MarriedStories to obsess over. Discover now