Aku tak ingin usai sementara semesta mengharuskan usai.
Ibarat Senja, indah namun singkat. aku tidak bisa menahan matahari untuk terus senja begitulah dengan dia, tidak bisa aku tahan untuk terus menetap.
Kata orang, kecewa itu datang karena orang yang di sayang atau di banggakan ternyata itu benar adanya.
Desember 2020
Aku bertemu dia untuk pertama kalinya, dia itu berbeda dengan yang lain. Seperti tinggi badan dia paling tinggi diantara yang lain, bukan mandang fisik tapi memang faktanya begitu. Laki laki yang lebih tinggi dariku memang yang aku inginkan sejak dulu.
Saat itu ada perlombaan class meeting gitu. Ditengah kegiatan lomba, tiba tiba dia dari arah kantor berlari ke lapangan. Sontak teman teman memanggilnya dengan pak sidiq, ternyata aku juga, ku pikir dia seorang guru tapi pakaiannya siswa kan aneh.
Memandangnya secara singkat namun tersimpan sampai sekarang.
April 2021
Sore hari itu, aku mengantar undangan untuk kegiatan Ramadhan begitu.
Oh iya, bang sidiq menjadi ketua yang terpilih dalam organisasi, jadi aku harus minta tanda tangannya untuk menyetujui kegiatan yang akan di buat.
Aku berboncengan dengan Alysa untuk menemukan rumahnya bang sidiq sampai aku telfon kak Riski, rekan sekelasnya.
Akhirnya setelah di beritahu oleh kak Riski, aku sama Alysa pun sampai di rumah bang sidiq. Sesampainya di sana, aku memberi salam, menyalimi kedua orangtuanya dia dan bertanya apakah benar ini rumahnya bang sidiq apa bukan, ternyata benar ini rumahnya.
Aku tanya dianya ada atau tidak, sang ibu menjawab "gak ada nak, dia keluar, mungkin di sekolahan." aku pun pamit dan mencari dia seperti yang ibu nya katakan.
Menyusuri jalan sebentar untuk mencari bang sidiq, belum sampai ke sekolah akhirnya bertemu dia di samping toko dengan menggunakan baju hitam ada logo Indonesia dan juga celana hitam.
Lalu kami berbincang sedikit, aku memberikan kertas persetujuan untuk di tandatangani.
Aku yang saat itu tidak membawa pulpen bang sidiq pun langsung bergegas membeli pulpen di toko terdekat. Dalam hati ku katakan, royal banget abang ini padahal ya cuma beli pulpen, ga seberapa sih tapi gercep nya yang membuat kagum.
Juni 2021
Aku di tunjuk untuk mewakili kegiatan konferensi semacam musyawarah begitu dalam organisasi seperti OSIS. bang sidiq juga ikut mewakili sekolah.
Pada waktu setengah siang kami diminta untuk mengajukan proposal demi memperoleh dana untuk acara konferensi tersebut. Sesudah aku memperoleh dana, aku juga bingung memikirkan transportasi apa yang ingin di pakai karena jarak yang jauh dari sekolah. Tiba tiba bang sidiq menawarkan :
Aku : "Cuman ber dua gini naik apa ya?"
Bang Sidiq : "Gimana kalo kita berboncengan?"
Aku : "Gabisa mas aku takut ketahuan orang tuaku." Secara kan aku belum pernah di bonceng seorang laki laki apalagi ke rumah.
Bang sidiq : "Gapapa, bilang aja yang boncengin bang sidiq gitu ."
Cewek mana coba yang ga baper di giniin, apa aku aja? namun saat itu rasa trauma akan tahun 2019 tak mau di ulang. Rasa mengagumi dia itu pun ada karena begitu baiknya.
Akhirnya jalan tengah yang di pilih adalah menaiki satu mobil bersama teman teman dari sekolah lain yang juga ikut dalam kegiatan konferensi. Ya, tidak jadi berboncengan.
YOU ARE READING
DEAR ABANG [END]
Short StoryMengenal dia tidak sengaja tiba tiba menyimpan rasa. Sesuka itu memang jatuh cinta, apalagi saat di bangku SMA Sederajat. Katanya, tidak bisa di lupakan. Berawal ketika aku dan bang sidiq mengikuti kegiatan konferensi sejenis musyawarah organisasi m...
![DEAR ABANG [END]](https://img.wattpad.com/cover/321689308-64-k730833.jpg)