Blue Rose

157 93 58
                                        

Di siang hari yang terik, sekumpulan elf bersenjata sedang berjalan untuk kembali ke area kastil.

Meskipun wanita, mereka berjalan dengan gagahnya di hutan yang luas itu.

Sedari pagi sampai siang hari mereka sudah mendapatkan banyak hewan buruan untuk sebuah pesta yang diadakan sebentar lagi.

"Hei, kalian sangatlah lambat. Bukankah kalian adalah gadis yang unggul dalam aktivitas fisik?" celetuk Regina, salah satu putri dari kesebelasan pemimpin Elf.

"Anda tidak sopan Nona Regina, mereka sudah bersusah payah memburu hewan sebanyak ini untuk pesta keluargamu," ucap Zephyr yang juga baru saja muncul dari hutan. Zephyr adalah seorang werewolf atau bisa dikenal sebagai manusia serigala.

Werewolf dan Elf di sini memiliki hubungan yang baik sejak dahulu kala.

Namun, tempat tinggal mereka diharuskan terpisah. Kecuali untuk Elf dan Werewolf yang menikah.

Werewolf juga memiliki kesebelasan pemimpin.

Pemimpin Werewolf dan Elf biasa mengadakan pertemuan setiap 6 bulan sekali. Mereka juga berkumpul jika ada diantara bangsa mereka yang menikah.

"Nona Keira, bukankah lebih baik jika anda dan teman-teman anda istirahat terlebih dahulu? Atau haruskah saya menggendong anda? Karena sejak kemarin yang Anda lakukan hanyalah berburu dan tidak peduli dengan saya," ucap Zephyr dengan khawatir.

Keira sedikit tersenyum."Terimakasih Tuan Zephyr, tetapi saya baik-baik saja, tentu saya harus bekerja keras karena besok adalah pesta pernikahan Nona Clairine," ucap Keira dengan mengangkat hasil buruan besar yang ia bawa.

"Tuan Zephyr, bukankah anda kesini karena ingin bertemu dengan saya?" tanya Regina yang sedari tadi memperhatikan mereka. Ia memasang muka kecut karena Keira dan Zephyr terlihat akrab.

"Tidak, saya kesini karena ingin bertemu dengan Nona Keira. Mari nona, saya bawakan." Zephyr tidak peduli dengan Regina. Ia langsung mengambil hewan buruan yang dibawa oleh Keira dan menggandeng tangannya untuk memasuki kastil utama tersebut.

"Huh! Menyebalkan!" Regina menghentakkan kakinya kesal. Lalu ia pergi menuju kastil juga.

"Tuan Zephyr, bisakah anda melepaskan tangan anda? Ada banyak yang melihat kita sedari tadi," ucap Keira yang merasa sedikit tidak nyaman karena setiap ia melewati kerumunan-kerumunan elf, mereka langsung menjadi pusat perhatian.

"Apakah anda malu dengan saya, Nona?" tanya Zephyr yang masih memegang tangannya.

"Tidak, bukan begitu, tapi—"

"Biarkan saja Nona, lagipula siapa yang akan mencibir tentang kita, kita menikah pun tak akan ada yang akan mencaci maki kita," ucap Zephyr tengil yang memotong ucapan Keira.

Keira tersipu malu mendengar perkataan tersebut. Meskipun ia adalah wanita yang kuat, tetapi tetap saja ia seorang wanita.

Zephyr yang melihatnya pun merasa gemas karena Keira sangat lucu jika sedang malu. "Anda sangat lucu nona jika sedang malu, seperti buah persik. Rasanya ingin saya nikahi sekarang juga."

Keira refleks memukul pelan tubuh Zephyr. "Jangan bercanda Tuan Zephyr, kita masih terlalu muda untuk membicarakan tentang pernikahan, menikahlah sana dengan buah persik!" ucap Keira yang masih malu-malu.

"Baiklah kalau kita sudah sedikit tua saya akan menikahi engkau, Nona Keira," ucap Zephyr. Ia masih tersenyum, tetapi senyum kali ini adalah senyum yang jahil.

"Sudahlah," ucap Keira dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dan mempercepat langkahnya.

Zephyr pun tertawa kecil.

Lost : serenityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang