Prolog

79 8 5
                                        

Hujan deras melanda kota Jakarta sejak 2 jam yang lalu

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Hujan deras melanda kota Jakarta sejak 2 jam yang lalu. Suara petir yang keras menggeledek amat sering. Malam ini inti XAVRIOZ berkumpul di markas di tengah perumahan elit kota.  Wajah pria itu terlihat galak saat mendengar kabar musuhnya berbuat ulah. Dengan kasar pria itu membanting pintu saat memasuki ruangan rapat. Kedua tangannya mengepal kuat dan tatapannya  datar.

"Besok. Dijalan Jokowulan no.69 jam 15.00." 

BRAK

"Who?" ucapan ketus pria keturunan Indo-Prancis itu lalu  membanting ponselnya.

"FOREZ!" mendengar nama geng yang anak buahnya sebutkan. Pria itu merasa lebih emosi. Bagaimana tidak? XAVRIOZ tidak pernah membuat masalah, mengapa mereka selalu menantang tawuran, balapan, bahkan dengan berani membuat rusuh di markas.

"Asstaghfirullah ora ana kapok-kapoke kae wong " Alwi menggeleng kepalanya dan mengelus dada. Sabar, satu kata itu mewakili sifat pria bernama Alwi berdarah Arab-Jawa ini yang membuat XAVRIOZ selalu disiplin dan tidak meninggalkan segala ibadah mereka. Alwi adalah salah satu inti dengan posisi informans.

"Terima" ucap pria bernama Gavin yang sudah memendam kemarahanya sejak tadi. Gavin adalah sosok ketua yang cuek dan dingin. Ia tidak pernah megenal cinta lagi setelah dicampakkan oleh cinta pertamanya saat 1 tahun yang lalu. Dia melihat kekasihnya berselingkuh bercumbu didepan matanya, sangat disayangkan selama 5 tahun mereka pacaran kini harus berpisah.

Mendengar jawaban Gavin menerima tantangan itu membuat Sean yang menduduki posisi wakil dan king perang, segera membuat strategi. "Tanpa senjata!" ucap Sean yang sifatnya memang sama seperti Gavin.

"Loh? mereka bawa senjata kok kita engga" tanya Rizal salah satu inti yang posisinya sebagai penanggungjawab gudang senjata.

"Ini bukan perang antar geng yang bisa dapat keuntungan bego! Jatuhnya ini mah tawuran, kalau lawanya FOREZ artinya kita hanya melatih kemampuan aja. Jangan dianggap serius, ya gak Vin?" ucap Teguh salah satu inti juga dengan posisi perlengkapan.

"Hem" jawab Gavin singkat. Ia memang menerima tantangan ini hanya untuk mengasah beladiri karena sudah lama mereka tidak perang antar geng.

Sean menatap Gavin meminta persetujuan untuk memberi tahu strategi yang ia rancang. Gavin yang mengerti akan tatapan Sean pun menggangguk setuju. Dengan segera Sean memberi tahu para inti tentang strateginya dan mereka memberi tau semua anggotanya.

"Jadi seperti ini......" Jelas Sean dengan menggambar pola dipapan tulis.

"Bagaimana?" tanya Gavin meminta pendapat pada para inti.

"Okey kita setuju, tapi gue pesan pada kalian. Karena waktunya jam 15:00 saat Ashar, gue mohon buat yang islam sholat dulu. Karena restu Tuhan lebih utama" ucap Alwi mewakili semua dan Gavin menutujuinya.

"Baik. Dan kalian boleh pulang. Jangan lupa angota masing-masing. Jaga kesehatan jangan begadang. Gue pamit. Salom" Gavin meninggalkan markas karena waktu sudah menunjukkan pukul 23:00.


SELAMAT MEMBACA ARMOREA 

JANGAN LUPA TINGGALKAN VOTE DAN KOMEN YA 

GAVINEA (On Going)Where stories live. Discover now