04

28 13 3
                                    

Gala tak henti-henti nya mengehela nafas pasrah,bagaimana tidak,niat hati ingin istirahat,Setelah mengantarkan beby pulang.eh malah datang-datang ke rumah dikaget kan dengan omelan kedua sahabatnya,yang tak terima karena dirinya tak mengabari pulang hari ini.tau gitu kan mereka berdua tidak akan bolos sekolah dan malah nongkrong di warung pak cecep,pikir mereka.

"pokonya lo harus traktir kita berdua titik".pinta aldo pada gala yang sudah masuk ke kamar nya yang bernuansa drak,aldo beserta bayu pun mengintilinya dibelakang.

Aldo-cowo pecicilan yang suka gunta ganti cewe,ganteng,rada pintar,ajaran sesat.

Bayu-sebelas duabelas kaya aldo,suka ngoleksi mantan,ganteng,gamon dari si dia,suka banget sama permen karet

"iya bener banget tuh kata si aldo"jawab bayu

Aldo pun yang merasa ada yang mendengar kan semakin gencar"jahat banget dia pulang gak ngabarin"kompor aldo

"hooh masa sama sahabat ke gitu".jawab bayu membenarkan

"lo berdua bisa diem kaga"sinis gala pada mereka

Mereka pun kicep mendengar ucapan gala. "wadaw si gala,sama aja gak berubah,tetep aja, sekalinya ngomong tajem bener"ujar bayu

"iya lo mah gak asik"ucap aldo menimpali

Gala pun bangun dari duduknya mengabaikan bacotan kedua sahabatnya,lalu berjalan menghampiri laci samping tempat tidur nya dan mengeluarkan kartu berupa atm dan memberikan nya pada sahabat nya.

"nih lo berdua mau tlaktiran kan"ucap gala memberikan kartu atm nya

Mereka pun berbinar melihatnya lalu berebut siapa yang mengambil nya,dan kartu pun di dapatkan oleh bayu karena posisi lebih dekat dengan gala.

"yeh aink yang dapet coy"tunjuk nya pada aldo yang menatap nya tajam

(gwe)

Aldo pun tidak tinggal diam,dia pun langsung saja berniat merampas nya dari genggaman bayu.

Bayu pun yang melihat nya langsung saja menyembunyikan aset nya dari jangkauan aldo.

"heh apa-apa loh,orang gwe yang dapet duluan"ujar bayu berusaha menjauhkan dari jangkauan aldo.

Aldo pun berusaha memutar otaknya,seakan mempunyai ide,dirinya berdehem lalu langsung memperlihat kan senyum manis nya"ehem,mending kita damai aja gimana bay,terus gimana kalo kita barengan aja gitu"ajak aldo bernegosiasi.

Bayu pun tampak berpikir lalu mengangguk semangat."oke kita damai".Final bayu,mengulurkan tangannya pada aldo.

Aldo pun menerima uluran tangan bayu. "oke, sip damai ya".

Mereka berdua pun berpelukan ala laki-laki bayu pun melepaskan pelukan nya saat merasa hp nya bergetar lalu mengangkat panggilan tersebut.

"hallo mah, iya ada apa?"tanya bayu pada seseorang di sebrang telpon.

" ......"

"iya mah nanti,bayu lagi dirumah temen"

"......"

"iya, iya bayu pulang sekarang"putus bayu pada akhirnya lalu memutuskan sambuangan telpon

Melihat bayu telah mematikan panggilan nya, aldo pun yang penasaran lantas bertanya"mau pulang lo"tanya aldo pada bayu

Bayu pun mengganguk"iya nyokap gue nyuruh balik"

"terus ini gimana?"tanya aldo menujukan kartu atm milik gala

"lain kali aja, gue cabut dulu"pamit nya pada aldo,aldo pun mengangguk mempersilahkan.

Bayu pun melirik gala yang duduk di tepi kasur"gal,gue cabut"pamit nya pada gala lalu bergegas keluar dari kamar gala tanpa menunggu respon gala,dan tidak menyadari keadaan Gala yang sedang kesakitan sembari memegangi kepala nya.

Aldo pun mengalihkan pandangan nya dari bayu lalu menatap gala,seakan menyadari sesuatu,lantas aldo pun bergegas mendekat pada gala,lalu duduk di samping gala.

"lo kenapa? Lo gak papa kan? "tanya aldo khawatir

Gala pun meringis sembari memegangi kepala nya"seshh,sakit"lirih nya

"gue kasih tau nenek lo dulu ya"ujar aldo bingung harus berbuat apa,ia pun berniat bangun dari duduk nya tetapi lengan nya dicekal oleh gala.

"nggak usah, jangan kasih tau nenek, gue gak papa"ujar gala berusaha terlihat baik-baik saja.

"baik-baik aja gimana? Lo kesakitan gala,yaudah kalo gak mau gue kasih tau ke nenek lo, mending kita ke rumah sakit sekarang".

Gala pun yang sudah terlanjur kesakitan lantas hanya mengangguk saja menuruti perkataan aldo.

*****

Dilain tempat tempat nya di kediaman beby.beby pun masuk kedalam rumahnya setelah pulang di antarkan oleh gala tadi.
Lalu ia pun menutup pintu rumah rapat dan melangkahkan kaki nya hendak menuju kamar nya.

Saat akan menaiki tangga menuju kamar nya,beby pun mengurungkan niat nya karena tiba saja tenggorokan nya berasa kering,lalu ia pun mebelokan langkah kaki nya kedapur,untuk mengambil minuman dingin di lemari es.

"ahh,segarnya nih tenggorokan"ujar beby setelah meminum minuman dingin yang diambil nya.

"beby harus minum yang banyak.kan mau buat video endrose,masa iya nanti pas beby lagi bikin vidio eh, tiba-tiba tenggorokan seret. Kan gak lucu". Lanjut nya pada dirinya sendiri lalu mulai menghabiskan minuman yang tersisa digelas nya

Setelah menghabiskan satu gelas minuman dingin,beby pun mengambil satu gelas minuman dingin lagi,untuk di kamar jika sewaktu-waktu nanti haus,kan males kalo harus turun kebawah,pikirnya.

Setelah menuangkan minuman dingin nya, beby pun berbalik hendak pergi meninggalkan kan dapur untuk pergi ke kamarnya,tapi...


"dari mana aja lo" tanya thalita, muncul dari arah tangga,menghampiri beby yang sedang memegang minuman digelas.

Beby pun yang mendengar nya menghela nafas lalu menatap tajam thalita yang ada di depannya. "bukan urusan lo"ujar nya,lalu berniat meninggalkan thalita sebelum ucapan thalita menghentikan nya....

"dasar anak pembawa sial"ujar nya, menatap sinis beby.

"jaga omongan lo"ujar beby menatap tajam thalita.

Thalita pun yang mendengar nya berdecih"apa?...emang bener kan, papa lo meninggal karena lo ya-"

"CUKUP".teriak beby memotong ucapan yang di lontarkan thalita.

Thalita pun yang mendengar nya terkekeh kecil. "beby seorang p.e.m.b.u.n.u.h".ucap thalita mengeja kata pembunuh di akhir ucapan nya

Beby pun mengepalkan tangan nya lalu menyiram minuman dingin yang di pegang nya pada wajah thalita.

Byurr

Thalita pun mengusap wajah nya kasar"Sialan lo" ucap nya mentap tajam thalita.

"LO Yang sialan" teriak beby di depan wajah thalita yang sangat menjengkelkan dimata nya.

Plak

"itu balasan karena lo udah bentak dan nyiram gue"ucap nya

Beby pun mengusap pipinya yang kebas akibat tamparan thalita yang tak main-main.

Beby pun yang sudah kehabisan kesabaran melayangkan tamparan balik pada thalita.

Plak

Bunyi nya sangat nyaring sampai sampai muka thalita menoleh kesamping."ini balesan lo ker-" ucapan baby terpotong oleh suara....

"BEBY KAMU APA KAN ADIK KAMU"

Beby beserta thalita pun menoleh dan mendapati mamah yang berdiri tak jauh dari mereka berdua.
Thalita pun yang melihat nya menyeringai dan menampilkan smirk nya, lalu berlali menghampiri mamah nya.

"mamah...hiks..Tadi ka beby nampar aku...hiks".adu thalita pada mamah dan langsung memeluk wanita paruhbaya itu.

******

No happinessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang