PROLOG

14 1 0
                                        

Hidup memang suatu pilihan. Pilihan, dimana seseorang harus memilih untuk menjalankan perjalanan kehidupannya seperti apa. Memang benar, semua yang di adili dengan pilihan itu rasanya sangat sulit untuk di terima. Karna, apa yang kita pilih belum tentu itu menjadi yang terbaik untuk kita. Dan mungkin bisa jadi sebaliknya, justru sesuatu yang kita anggap tak pantas adalah pilihan yang tepat.

Bagai air sungai yang mengalir deras membasahi bebatuan. Bagai pantulan cahaya langit senja yang membuat semua mata terpesona. Dan bagai suara dentuman petir dikala hujan yang membuat seorangpun tak berani berkata.

Kadang, seperti rasa gula yang sangat manis. Namun, kadang kalapun seperti rasa garam yang asin. Tapi terkadang juga, seperti rasa jeruk yang sangat asam. Dan pasti selalu ada rasa pahit yang menjadi pelengkap semua rasa.

Begitulah kehidupan, tidak akan ada yang bisa menyempurnakan. Tak akan pernah ada kehidupan yang hanya memiliki satu rasa saja. Kalaupun itu ada, kehidupan itu tidak akan bisa menjadi sebuah cerita dan petualangan yang seru untuk di taklukan. Aku rasa semua kehidupan mempunyai rasa yang lengkap. Tetapi semua tergantung cara kita menjalankannya. Jika kita selalu bersyukur, maka semua rasa yang tak enak itu tidak akan terasa, dan begitupun sebaliknya.

Aku adalah Alana Viviane, menurutku aku tidak terlalu cantik, tapi tidak tau bagaimana pandangan orang lain terhadapku. Aku akui aku sangat mandiri. Rambut ku sangat lurus, Berhidung sedikit mancung, berbibir tipis, bermata menarik dan banyak yang bilang jika tatapanku sangat penuh makna. Tubuhku pun sangat mungil tak jarang banyak orang yang mengira kalau aku masih sd. Dari kecil aku tak pernah luput dari berbagai prestasi, dari keagamaan, umum, fasionshow, dan lain – lain. Disekolah, aku adalah anggota osis. Aku sangat besar kemauan dan keras kepala. Aku adalah Anak perempuan pertama dari 3 bersaudara. Keluargaku pun biasa saja, tidak berlebihan ataupun kekurangan. Wijaya adalah nama ayahku, seorang karyawan di perusahaan swasta. Dan ibuku bernama Afifah, hanya seorang ibu rumah tangga.

Aku akan menceritakan tentang kisahku dengan Atharizz Gentala surowijoyo, laki laki yang aku yakini akan menjadi cinta terakhir ku. Sangat dingin, bahkan mungkin, darahnya pun bisa saja sudah membeku. Mempunyai sejuta pesona yang mempu membuat siapapun tergila gila, Termasuk diriku. Memiliki satu tahi lalat kecil di samping kumis tipisnya yang membuatnya semakin terlihat sempurna. Ia sangat egois, keras kepala, cuek dan sangat mematikan.

Sifat keras kepala dan dingin nya membuat ia manjadi sangat cool di mata para fans wanita nya. Badan tinggi dan kekar dengan warna kulit putih yang sangat bersih membuat takjub untuk siapapun yang melihat nya.

Bahkan untuk para wanita-wanita pejuang skincare yang berlomba-lomba untuk memperindah kulitnya pun akan merasa minder bila di bandingkan dengan nya. Alis nya yang tebal dan sorot mata yang tajam, mampu menghipnotis siapapun yang di tatap nya. Hidung mancung, bibir merah tebal dengan kumis tipis membuat diri nya menjadi sangat manis dan sempurna. Mempunyai jabatan sebagai kapten basket. Hanya saja, ia adalah salah satu trouble maker di sekolah.

Rambut berantakan dengan baju sekolah yang tidak beraturan menjadi ciri khas nya di sekolah. Jika ruang bk adalah musuh para siswa. Justru tidak dengannya. Tidak ada hari tanpa membuat masalah di hidup nya. Sampai semua itu berubah ketika ada seorang gadis yang merubah hidupnya menjadi lebih terarah.

Namun, yang aku ceritakan tadi hanyalah sisi buruk yang di ketahui semua orang. Sekarang aku akan menceritakan sisi Atharizz Gentala yang tidak diketahui banyak orang. Bagiku ia adalah laki – laki manja yang sangat baik dan kuat. Ia sangat patuh kepada kedua orang tua nya dan sayang sekali dengan anak kecil. Dibalik tampang yang keras terdapat hati yang sangat lembut. Yaaa... walaupun sangat sulit untuk di taklukan.

Ia terlahir dari keluarga sederhana, merupakan anak terakhir dari 5 bersaudara. Semua kakak nya telah memiliki kehidupan sendiri, jadi ia hanya tinggal berdua dengan sang ibu. ibu nya bernama Hamni merupakan seorang penjual makanan cepat saji rumahan dan ayah nya Raden surowijoyo. Yang sekarang berada di Wonosobo Dieng. Namun Sayang hubungan keluarga nya tidak seberuntung anak – anak lain. Kedua orang tua nya telah memiliki kehidupan masing – masing.

Di awal pertemuanku dengan Atharizz, sebenarnya aku tidak terlalu menghiraukannya. Namun, ntah mengapa rasanya seperti ada magnet yang menarik ku untuk terus mendapatkan hati nya. Magnet yang seolah – olah tau, bahwa dirinya adalah kutub selatan. Yang pasti akan saling mendekat dan Tarik – menarik apabila bertemu dengan kutub utara.

Tepatnya ketika ku duduk di bangku kelas 10. Di dalam kelas, berhubung karna dulu aku memang sekelas dengannya. Tapi ntah apakah waktu itupun Atharizz sudah menyadari bahwa aku ada disana atau ternyata masih belum.

Ya, sebenarnya aku memang sudah melirik Atharizz sejak pertama kali bertemu. Bisa di bilang love is first fall, cinta pada pandangan pertama. Namun dahulu ku kira ini hanya sebatas suka biasa. Tapi ternyata salah.

Aku memang tipikal wanita yang selalu welcome kepada siapapun yang mengejarku. Namun bukan berarti aku benar-benar membuka hati untuk mereka semua. Menurut ku, dengan aku welcome, aku dapat membahagiakan hati banyak orang. Dan yang aku tahu, bila kita membahagiakan 1 orang saja, pahala nya sudah melimpah ruah. Apa lagi membahagiakan lebih dari satu bukan?.

Seperti ini juga dapat mengirit uang jajanku. Setiap hari nya selalu ada saja yang mentraktir bahkan membawakan bekal untuk ku, ya meskipun aku pasti selalu membagi-bagi kepada 2 sahabatku. Tapi lagi-lagi itu juga bisa membahagiakan orang lain juga bukan?.

Dari sekian banyak cowok ganteng yang naksirku di sekolah. ntah mengapa aku tetap memilih dan mempertahankan Atharizz di hatiku. Meskipun dulu sebelum perasaanku tersirat, aku sempat mencoba membuka hatiku untuk siapapun yang menyukaiku. Tapi nihil, aku tidak benar-benar bisa menjatuhkan hatiku kepada siapapun, kecuali pada pangeran api ku. 

Atharizz Gentala.

Aku yang pertama untuk nya, dan dia yang terakhir untuk ku.

ATHARIZZTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang