1.Siapa lagi kalau bukan Aladin

78 12 54
                                        

Hai!
Apa kabar guys?

Jam berapa nih sekarang?

Salam kenal dari Author

Jangan lupa Vote+comennya



A
L
A
N
A
D
I
N

Happy reading♡

Semua murid SMA Pertiwi berlarian keluar dari kelas menuju lapangan basket. Mereka berbisik-bisik, bertanya apa yang sedang terjadi.

Seorang gadis berkuncir kuda tengah berdiri di lapangan basket outdoor, wajahnya memerah dengan dada naik turun, keluar asap dari ubun-ubun dan telinganya.

"ALAN!!" Jerit Gadis itu.

"Gak usah teriak-teriak, ini bukan di hutan," Jawab Alan, santai. Ia sibuk men-Drible bola basket di tangannya, tanpa memperdulikan Nadin yang sedang naik pitam.

"Lo yang ngambil tugas Matematika gue dari dalem tas kan?!" Nadin berjalan mendekati Alan dan merebut bola basket dari tangan Alan.

"Gak!" Jawab Alan singkat, ia merebut kembali bola basketnya, mendribel bola itu lalu memasukannya ke ring.

"Alan!!" Nadin memekik, ia benar-benar geram. Gadis itu mengejar Alan, menarik kerah baju olahraga Alan dari belakang.

"Pengecut lo. Kenapa ngehindar, Takut lo sama gue?" tanya Nadin dengan nada mengejek

"Bilang apa lo?" Alan berbalik melepas paksa tangan Nadin dari kerahnya. Keduanya saling menghunuskan tatapan tajam.

Nadin sedikit menjinjit, menyamakan tingginya dengan Alan "Lo pengecut." ejek Nadin tepat di depan wajah Alan

"BACOT!" Alan melempar bola basket itu hingga mengenai kotak sampah di ujung lapangan basket

'BRAAK!'

Beberapa siswi berteriak histeris, teman-teman Alan yang terdiri dari Dante, Elang dan Raden atau yang sering di sebut sebagai 4 Bujang meringis menatap nasib kotak beserta sampahnya yang sudah berceceran di lantai. Kasihan ih kotak sampahnya.

 "Tarik omongan lo!" desis Alan.

"Gak mau!"

"Iya! emang gue yang ngambil tugas lo."Aku Alan, dengan raut wajah menyebalkan

"Minta maaf ke gue sekarang!" Suruh Nadin

"Gak sudi." Alan berbalik meninggalkan Nadin. Baru beberapa langkah Alan meninggalkan lapangan, tiba-tiba langkahnya terhenti saat ia merasakan jambakan di rambutnya.

"Adoi!"

Sedangkan murid-murid yang lain yang menonton malah menyoraki dan bertepuk tangan, menyemangati Alan dan Nadin. jahanam

"Ayo! Ayo! Ayo"
"jambak terus Nad"
"Alan semangat!"
"Give me A. Give me L. give me A. give me N"
"yo ayo Nadin pasti menang!"

Begitulah sorak-sorakan para siswa-siswi SMA Pratiwi. Lapangan yang awalnya sepi hanya ada beberapa anak yang sedang pelajaran Olahraga kini berubah menjadi ring tinju.

"MATI LO!" Nadin semakin menguatkan jambakannya, ia benar-benar geram dengan Alan.

"LEPAS!" suruh Alan. Ia mengeratkan gigi untuk menahan nyeri pada kepalanya

"GAK AKAN!" Kekeh Nadin.

"AGGHHH, LEPASS KADAL BUSUK!"

"GAK! MINTA MAAF DULU!"

ALADINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang