Prolog

48 4 0
                                        

Terlihat sepasang kaki yang berjalan mondar-mandir didepan pintu ruang kurikulum disalah satu Sekolah Menengah Pertama yang ada di ibukota. Rupanya seorang gadis cantik dengan rambut yang dikucir kuda dan membiarkan beberapa anak rambutnya berterbangan. Arsyana Tsafira nama gadis itu, Ia sedang menunggu sahabatnya yang berada didalam ruangan itu.

"Gimana hasilnya Te?" tanya Arsy saat matanya melihat seorang gadis keluar dari pintu ruang kurikulum itu.

Arsy mendapat gelengan kepala dari gadis itu dengan wajah yang terlihat lesu seperti tidak ada semangat hidup untuk hari esok.

Arsy memeluk tubuh sahabatnya dengan erat sambil berkata dengan dramastis,
"Kamu yang tenang ya Te semoga diterima disisinya, amiinn." Sambil menepuk pelan punggung gadis tersebut.

Perkataan Arsy barusan mendapat geplakan mulus dari sang teman,
"Goblok sia teh, lo doain gue jadi orang mati ya?!?"

"Ih kasar," ucap Arsy dengan gerakan meniup telapak tangannya lalu mengusapkan ke kepalanya yang telah menjadi sasaran empuk teman yang dianggap sahabatnya itu.

"Cuma bercanda juga, mens ya lo?"

"Gue gak suka ya becandaan lo yang bawa-bawa orang mati."

"Iyalah mana mau gue, berat."

Tuk tuk

double kill!

ucapan Arsy barusan mendapat geplakan kedua dan berjumlah dua dari teman yang dianggap sahabatnya itu, namun bedanya yang ini menggunakan kepalan tangan.

"Ya allah gusti!!" teriak Arsy dengan kedua tangan yang memegang kepalanya.

Namun, percecokan mereka berdua harus terhenti saat salah satu nama dari mereka terpanggil,

"Teana Zalora," panggil pak Jono.

Pak Jono ini seorang guru sekaligus waka kurikulum disekolah Arsy dan Teana, bukan pemain dj Jono Joni yang di youtube ya gengs, orangnya agak kurus ceking makanya sering dijuluki pak King oleh murid-muridnya.

maaf ya pak gak bermaksud body swiming✌🏻

Keduanya menoleh Teana yang merasa terpanggil pun menjawab,
"Iya pak?"

"Kamu lulus."

"Hah demi apa serius pak, kok bisa?" ucap Teana dengan wajah kaget setengah cengo nya.

"Ternyata nilai kamu tertukar dengan nilai Shinta, maaf ya atas kekeliruan saya." Jelas pak Jono as know as pak King.

"Alhamdulillah ya allah akhirnya jadi anak SMA juga," teriak Teana sambil bersujud syukur dilantai, Arsy pun mengikuti gerakan Teana untuk bersujud.

"Ngapain lo ngikut?"

"Biar dapet berkahnya," Arsy menyengir was-was jika kepalanya menjadi sasaran ketiga dari Teana.

Teana mengalihkan pandangannya ke pak Jono dan mendekat untuk bersalaman,
"Makasih ya pak, makasih banyak," ucap Teana dengan senyum terharu.

"Sama-sama."

🔅🔅🔅

Setelah selesai dengan masalah nilai Teana yang keliru, Arsy dan Teana berjalan bersama menuju gerbang sekolah mereka untuk pulang kerumah.

"Kerumah gue dulu yuk, bunda lagi adain arisan," ajak Arsy.

"Yaudah boleh deh."

Senior-ableWhere stories live. Discover now