Prolog

52 3 0
                                        

Terkadang, Tuhan berperilaku 'nakal'. Ia bisa dengan sesukanya memainkan benang merah kehidupan, Yang Maha Kuasa, Dia bebas melakukan segalanya.

Dia 'nakal', kenapa? Karena suka sekali memisahkan, mempertemukan, dan memisahkan kembali. Lalu, jika dua orang itu kembali bertemu, apakah Tuhan telah berhenti berbuat 'nakal', atau Ia hanya sedang berbaik hati saja?

++++++

Jessie baru terbangun pukul delapan pagi, dengan kantung mata yang lebar. Ia amat butuh consellar untuk menutupinya. Sudah lima bulan ini, ia mengundurkan dari kantor yang cukup dekat dengan rumahnya sekarang. Tapi ia sudah tidak perlu terlalu disiplin, ia tidak lagi bekerja untuk orang asing, kini ia bekerja untuk kakaknya sendiri. Ia membantu menjalankan bisnis properti. Lebih tepatnya bukan hanya membantu, tapi ia sudah menjadi atasan.

Jessie melepas penutup matanya yang bergambar ilustrasi mata, dengan bulu mata lentik, bahannya warna merah menyala. Dia pecinta warna merah, dan penyuka bunga. Seprainya bermotif bunga mawar, untung saja bukan bunga bank.

"Jam berapa?" dengan malas, Jessie berguling ke kanan melihat jam beker di meja sebelah kasurnya berada.

Tambahan. Ia memang sudah tidak perlu sedisiplin seperti dulu, tapi ia sudah amat terbiasa. Makanya, sekarang ia langsung terperanjat, dan berteriak jika ia sudah terlambat.

"Bego gue!" kata Jessie yang mulai kelimpungan, ia turun dari ranjang, lari kesana-kemari, entah apa yang ia cari, ujungnya, ia hanya masuk ke kamar mandi.

Lima menit kemudian, ia keluar dari sana dalam balutan baju handuk, mandi bebek namanya.

~°°~

I Remember You (On Going) Stories to obsess over. Discover now