Akhirnya setelah sekian lama libur kenaikan, hari ini SMA Setia Garuda memulai tahun ajaran baru.
Sesekali terdengar suara gaduh berasal dari sekumpulan anak murid yang tengah berkumpul di depan mading sekolah, guna untuk melihat pengumuman pembagian kelas.
Terlihat seorang laki-laki jangkung dengan gaya rambut bak model rambut mas kulin Cha Eun Woo yang dinamis, ia berjalan menghampiri kerumunan tersebut untuk melihat namanya yang akan ada di kelas mana nantinya.
Mata laki-laki itu memicing, mencari keberadaan namanya. Selang beberapa detik, matanya terhenti pada nomor 23.
Sean Aldebaran --- XII IPA 3
Setelah dirasa sudah menemukan namanya, lelaki yang biasa dipanggil Sean itu langsung pergi menuju kelasnya. Baru saja ia melangkkah 'kan kakinya, namun kembali terhenti.
Ia merasa ada seseorang yang menyentuh pundaknya. Dan benar saja, ketika ia menoleh ke belakang ia mendapati teman akrabnya ---Daviandra Arkana yang kerap dipanggil Davi.
"Anjay ... Sean," sapanya sembari memukul pelan bahu Sean yang disertai kekehan kecil. Sean membalasnya dengan senyum lesung khas dirinya.
"Mau kemana lo?" tanya Sean. Kini keduanya sudah kembali melangkah, menyeret kaki mereka pada tujuannya masing-masing.
"ya ke kelas lah, bro" balas Davi santai.
"kelas? Tumben inget, biasanya juga ke kantin" sindir Sean terkekeh dan langsung mendapat tatapan tak minat dari Davi.
"anjirr, gue mau tobat ada aja setan yang ngehasut" gerutu Davi menghela nafasnya, "eh iya, lo masuk kelas mana dah?" lanjutnya bertanya.
"XII IPA 3," sahut Sean datar, ia masih fokus berjalan lurus di koridor sekolah sembari memberikan senyumnya pada siswi yang berlalu-lalang menyapanya.
"ooo... " bibir Davi membentuk bulatan sekaligus menganguk tanda mengerti. Tiba-tiba langkah Davi terhenti, menyadari jawaban dari Sean tadi. Davi memekik kegirangan kemudian memeluk Sean dan memukul bahu pemuda itu.
Sontak beberapa pasangan mata menyoroti ke arah mereka. Karena merasa diperhatikan, Davi menghentikan aksinya lalu kembali berjalan santai dengan gaya So-Coolnya.
"Shit. Malu-maluin lo" cibir Sean sembari merapihkan seragam putih abu-abunya yang sedikit berantakan karena ulah Davi.
"Hehe. Maapkeun, abisnya seneng banget bisa sekelas lagi sama lo,"
"ya gak gitu juga, bambang. Untung para fans gue gak ngira kalo gue gay" ucap Sean sembari menoyor kepala Davi.
"cih. Yakin banget bakalan punya fans?" ejek Davi.
"Eh, kak Sean? Boleh minta foto gak?" ujar seorang adik kelas yang menghampiri Sean dan Davi bersama kedua temannya. Sean mengiyakan.
Hampir saja Davi terhempas ke belakang, akibat terdorong adik kelas yang ingin foto bersama Sean.
Cekrk, cekrk
Beberapa foto diambil. Adik kelas tadi berpamitan pergi entah mau kemana. Dan sekarang menyisahkan Sean dan Davi yang kembali berjalan menuju kelas mereka yang masih lumayan jauh.
"Yakinlah," ujar Sean menjawab pertanyaan Davi yang sempat tertunda.
"Hah yakin apaan?"
"yakin kalo gue punya fans,"
"ck, sebahagia lo aja dah." finish Davi.
***
"Demi apa gue sekelas sama lo?" ujar seorang lelaki dengan wajah cengo menghampiri Sean dan Davi yang baru saja memasuki kelas XII IPA 3 . Sean membenarkan ucapan orang itu. Seketika lelaki tersebut berlutut di hadapan Sean.
YOU ARE READING
Silly Boys!! [OnGoing]
Humor[Follow akun author, biar bisa dapet notifikasi update] Udah baca aja dulu, siapa tau tertarik dan suka sama ceritanya. Xixixi Dijamin bisa ngehibur kalian dehh, hehe. Eh iya jangan lupa masukin ke daftar perpustakaan kalian:). Jngn lupa Vote and Co...
![Silly Boys!! [OnGoing]](https://img.wattpad.com/cover/244637517-64-k492205.jpg)