prolog

18 4 1
                                        

"Sekuat apapun genggaman jika satu kubu hati menolak, tidak akan bersatu. Karena cinta itu dua orang yang disatukan dengan perasaan yang sama bukan perasaan yang egois,"
~DIFFICULT TO HOLD~

-------------

Hai, Perkenalkan nama ku Athena Arabella. Usia ku 16 tahun, dilihat dari usiaku, aku masih seorang pelajar dijenjang tingkat SMA, seperti kebanyakan pelajar lainnya mereka disibukkan dengan sekolah begitu pula dengan ku.

Selain seorang pelajar aku juga salah satu anggota OSIS di SMA Harapan Bangsa, bukan kemauan ku untuk menjadi anggota OSIS, ini hanya hal gila dalam tantangan dihidupku yang pernah ku coba. Sungguh aku menyesal memasuki organisasi ini, karena waktu ku tersita habis karena kesibukan ku sebagai anggota OSIS.

Seperti sekarang ini disaat teman-teman ku yang lainnya sudah pada pulang ke rumah, aku masih setia duduk sembari mendengarkan ocehan sang ketua OSIS yang mengaturnya seenak jidat.

Aku pun tidak hanya diam duduk dan mendengarkan, tetapi aku juga mencatat kalimat penting yang terucap oleh Rian, ketua OSIS SMA Harapan Bangsa.

Jabatan ku di OSIS sebagai sekretaris 1, inilah mengapa aku sangat sibuk.
"Athena, catat apa aja yang perlu kita beli, list nya nanti kasih ke Novia!" Suruh Rian, untuk sekedar info saja Novia ini bendahara OSIS.

Aku pun mengacungkan jempol ku, tanda menyetujui. "Sip," kataku mantap. Jika aku lihat dengan seksama Rian, si ketua OSIS ini bukan hanya cerdas dan kepribadian sejauh ini saat aku mulai mengenalnya memang ramah,  namun ia juga memiliki tampang yang lumayan tampan, namun entah mengapa aku belum bisa tertarik apalagi jatuh hati padanya.

"Oke sampai disini aja rapat kita, terimakasih udah pada hadir." Tutup Rian, mengakhiri rapat OSIS hari ini.

Aku pun sudah bisa bernafas lega, karena setelah ini aku bisa bermesraan dengan kasur yang menantiku di rumah. Tubuhku sangat pegal, rasanya ingin segera berbaring saja. Aku pun melangkah keluar dari ruang OSIS dengan membawa tumpukan kertas yang menggunung lihat lah! Aku saja yang masih SMA merasa seperti pengusaha sukses, aminnn!

5 meter lagi mencapai mobil temanku, seseorang menganggu langkahku. "Sore Athena." Sapa seorang pria dengan seragam sama sepertiku, ia menampilkan deretan gigi putih dan rapihnya.

'apaan sih lu, sok akrab?!' Ingin rasanya aku meneriaki kalimat itu didepan mukanya, namun aku masih tahu sopan santun.

"Sore." Balasku se-ramah mungkin.

"Ini buat kamu." Katanya menunjukkan sepuncuk mawar merah kehadapanku. Aku tahu maksudnya, bukannya aku terlalu percaya diri nyatanya pria ini memang menyukaiku, sudah lama ini ia selalu mengejarku, walau sudah ku tolak berulang kali.

Kalau aku terima, sama saja aku memberikan harapan palsu pada pria itu, namun jika aku tolak pria ini akan sedih. Aku bingung harus bagaimana.

Dengan ragu aku berkata "udah sore, gua pulang dulu ya, soalnya ini berat banget." Kataku menunjukkan berkas-berkas yang aku bawa dengan dagu. Aku tak menolak dan menerima namun aku berpamitan, tapi maksud dari kalimat ku tadi merupakan tolakan halus.

Pria itu tak patah semangat, walau sebagian hatinya sudah hancur ia tetap tersenyum padaku, Aku jadi merasa bersalah. Namun, dilain sisi tindakan ku juga benar, jika aku merespon pria ini, dia akan merasa lebih sakit hati.

"Mau aku bantu?" Tawar Aldo, ya pria ini bernama Aldo.

Tentu aku segera menolaknya "gapapa gue bisa sendiri, gue duluan ya, bye!" Aku segera berjalan seribu langkah agar cepat menjauh dari pria itu.

Aku segera membuka pintu mobil lalu memasuki mobil temanku, dan untuk yang kedua kalinya aku menghembuskan nafas lega.

Teman disebelah ku menatap ku sembari terkekeh geli, sungguh aku bingung, apakah ada yang lucu? Tetapi menurutku ini sangat menakutkan melebihi melihat monster.

Aku menatap gadis disebelah ku kesal, gadis itu pun semakin mengeraskan tawanya "hahahaha... Na, yaampun tega banget Lo tolak bunganya hahahaha..." Katanya.

"Cel, diem dong gua jadi gak enak." Ujarku merasa bersalah.

"Hahahaha... Seharusnya tuh lu terima aja, siapa tahu setelah lu terima bunga dari dia status lu bakal berubah." Katanya diselingi tawa, gadis disebelah ku ini memang menyebalkan, tapi dari kedua sahabatku dia lah tempat curhat ku, namanya, Celina.

"Gue gak suka sama tuh cowok!" Kataku kesal, harus berapa kali ku katakan bahwa aku tidak menyukai cowok! Ralat maksudku aku tidak menyukai cowok yang bernama Aldo. Aku lelah terus dijodohkan oleh kedua teman laknat ku ini, memangnya aku segitu gak lakunya apa?!

"Wah, betul kata Nata Lo memang gak suka cowok." Katanya, mengejek ku.

"Gak gitu, bukan berarti gue gak suka Aldo, gue juga gak suka cowok, gue masih normal ya!" Tekan ku padanya.

"Lagian sih, ini udah ke sepuluh kalinya Lo nolak cowok tawarannya Nata."

"Belum ada yang cocok sama gue, udahlah gue mau cepet-cepet pulang." Kataku, Celina pun mengalah, ia segera menjalankan mobilnya keluar dari area sekolah. Selama diperjalanan kami pun sama-sama terdiam, Celina yang fokus pada jalanan dan aku fokus pada pemikiranku sendiri.

------------

Hayyyyy! Cerita ke-2 nih bantu aku ramaikan lapak ini dengan cara like dan komen ya jangan lupa share juga, thank you peeps😍💞.

Difficult to HoldStories to obsess over. Discover now