Eltania Cahaya Putri

68 3 0
                                        

"El...!!" Seru seseorang dari arah seberang.

Gadis yang merasa namanya dipanggil itupun segera menoleh mencari sosok yang memanggilnya itu. Ah ya, itu dia, satu-satunya sahabatku yang masih bertahan dari kita masih sama-sama bayi sampai sekarang beranjak remaja. Namanya Cahayani Kusumaswara. Ah ya, nama kita sama, 'Cahaya'. Tapi dia lebih suka dipanggil 'cahya' ketimbang namanya yang sudah tertera itu.

"Apasi?"

"Tungguin kali, huft capek tauu huft..." jawabnya sambil sesekali mengatur mengambil pasokan udara dengan rakus.

"Lagian lo sih lari-larian segala. Kaya anak esdeh aja tau nggak?"

"Ya lagian sih lo jalannya cepet banget. Kan tadi gue bilang ke toilet dulu, eh ditinggal."

"Yeh ngambek nih anak esdeh." Jawabku sambil menonyor pelan kepala bocah itu.

"Eh udah mau mulai tuh, ayo kesana sekarang buru pokonya kita harus baris paling depan biar bisa liat kakak kelas yang ganteng-ganteng, siapa tau yakan ada yang kepincut sama gue yang imut ini." Cerocos cahya panjang lebar sambil menarik lenganku untuk berlari menuju tengah lapangan. Akupun hanya mengikutinya. Pasrah sudah.

"Selamat siang anak-anak semua..."  Seru seseorang yang sedang berdiri diatas panggung kecil.

"Siang pak..." Jawab serentak semua murid yang tengah berbaris.

"Sekali lagi bapak ucapkan selamat datang untuk kalian semua, terutama untuk anak-anak kelas 10 yang baru saja menyelesaikan kegiatan masa pengenalan pada sekolah baru kalian ini, atau yang lebih akrab disebut dengan Masa Orientasi Siswa. Bapak harap setelah ini kalian bisa langsung beradaptasi dengan baik dilingkungan sekolah ini. Bapak harap juga kalian bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah kita ini. And then blablabla...." Jelas seseorang itu panjang lebar yang tak lain dan tak bukan adalah kepala sekolah.

"Duh panas banget gila, tuh orang lama banget ceramahnya didepan, haus nih el..." Gumam cahya yang tentu saja masih dapat kudengar.

"Iya anak-anak, sampai disini saja sambutan dari bapak untuk kalian. Karena bapak tau kalian sudan bosan berlama-lama berdiri yah, apalagi cuaca sekarang yang sangat panas ini. Kalo begitu bapak ucapkan terimakasih untuk kalian semua." Ucap pak Kepala Sekolah mengakhiri dan berjalan turun dari panggung, lalu digantikan oleh kakak ketua osis.

"Huh akhirnya udahan juga tuh bapak-bapak tua ceramahnya." Gerutu cahya, seraya mengusap keringat yang menetes dipelipisnya.

Yah, kita memang baru saja usai mengikuti kegiatan MOS disalah satu SMA favorit di Yogyakarta. Sekarang semua murid kelas 10 dipersilahkan memilih, dan mendaftar beberapa ekstrakurikuler yang diminati. Tentu saja ada satu ekstrakurikuler yang wajid diikuti semua murid kelas 10, yaitu PRAMUKA. Mau tidak mau harus ikut kan?

*Klo author sih seneng" aja ikut Pramuka hihihi🤭*

"Ah males banget deh, harus ikut Pramuka.." Gerutu cahya sambil menyeruput es teh nya itu.

"Udahsi nggak papa kali, seminggu sekali ini doang." Jawabku lalu berlalu pergi menuju ke abang cilok yang berada dikantin.

"Tetep aja tau, nanti bakal ada acara tahunan gitu. Ih males banget tau baru bayanginnya aja."

"Udah nih makan aja dari pada ngomel, kenyang enggak buang tenaga iya." Ucapku seraya menyerahkan cilok yang barusan kupesan.

"Tau aja kalau gue laper hehehe." Jawab cahya seraya menusuk salah satu cilok lalu memakannya. Aku hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum.

"Eh btw..., Lo mau ikut ekstra apa?"

"Jurnalistik."

Baru saja Cahya ingin membuka mulutnya untuk berbicara. Seakan aku tau apa yang akan dibicarakannya 'pun segera menimpali "Gue tau udah, lo nggak bakal ikut ekstra apa-apa. Pramuka aja terpaksa yakan?" Tanyaku seraya membuang bungkus cilok ke tempat sampah.

Yes, I'm Labil!Stories to obsess over. Discover now