Terimakasih semesta telah mempertemukan saya dengan jiwa-jiwa baik nan indah penyejuk lara -yang salah satunya adalah dirinya.
Tak apa walaupun sekarang saya hanya bisa menelisik sepi kenangan lama dan bermain-main dalam imaji semata ketika sedang...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Teruntuk; jiwa-jiwa yang berkali-kali patah dan pecah ibaratnya kaca yang hancur, namun dipaksa kembali bangkit untuk memperbaiki kepingan-kepingan kaca tersebut, tanpa ada yang perduli apakah kepingan tersebut akan menimbulkan goresan-goresan kecil atau luka yang menganga sekalipun.
Berjuta-juta orang datang untuk singgah, namun nyatanya mereka datang untuk kembali pergi, bukan untuk menetap di hati. Tugas kita hanyalah menunggu permainan waktu yang selalu mengoleh-olehkan pilu.
Seperti halnya insan-insan yang merasa kehilangan, setelah hari hari kepergiannya, sang rindu selalu merengek untuk kembali bertemu, setidaknya bertukar cerita dalam hitungan menit pun tak apa. Tetapi lagi-lagi harus diterimalah realita bahwa hal tersebut kecil kemungkinan terjadi.
Segalanya mungkin memang akan membaik seiring berjalannya waktu, tapi segalanya tak akan mungkin lagi terasa sama.
Terlebih karena saking seringnya berbagi kisah dengannya-tidak, bukan berarti hanya sebagai tempat untuk pelampiasan lara, tetapi sebagai seseorang yang selalu menyambut dan merengkuh dirimu kapanpun kamu mau. Kapanpun itu, ketika kamu merasakan hangatnya sentuhan sang askara antakara atau terlarut dalam harubiru nilawarsa sang semesta. Sebagai seseorang yang dengan suka cita selalu mau mendengarkan keluh kesah mu hampir tiap harinya. Lalu, kala awal ketidakhadirannya, seperti ada yang ganjil, ada yang kurang. Iya, kehangatan yang sama tidak akan pernah ditemukan lagi di raga insan lain.
Lalu, bagaimana jika bersama orang yang baru? Rasanya berbeda. "Dia hanya ada satu di dunia ini, tidak ada yang bisa menggantikan posisinya. Rasanya kami berdua seperti dua jiwa kembar yang ditakdirkan terpisah dan dipertemukan kembali untuk mendayung perahu bersama-sama, menerjang ombak bersama-sama, tidak perduli akan terjatuh atau tidak, toh kita akan saling menyelamatkan dan menjaga satu sama lain."
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Kak, yang namanya kehilangan itu juga perlu dirayakan, loh!"
Naka yang kebetulan sedang dilanda kegalauan karena pacarnya yang terpaksa harus mengucap kata putus demi mengais ilmu di negeri Paman Sam mengernyit kebingungan.