Seperti Alaska, prolog

59 11 15
                                        

Pesawat telah terbang melintasi awan putih bersih yang menenangkan, meninggalkan kota jakarta dan segera menuju medan, kampung halaman. Memejamkam mata mencari posisi nyaman, mengulas senyum lebar yang membuktikan aku sedang bahagia.  Benar kata orang orang sejauh dan semenarik apapun tempat yang kita singgahi kampung halaman tetaplah tempat yang telah   paling di rindu.  Aku hampir memejam mata sebelum bahuku di tepuk oleh lelaki di sampingku...

"Saya tidak suka sendirian bisa kamu temani saya? " katanya
"Bisa, tpi aku tidak bisa mencari topik, kamu bisa? " jawabku
"Topik tidak perlu di cari, dia berada di medan"
"Oh tidak maksudku bukan nama orang"
"Ya aku mengerti,  kamu mau apa kemedan? "
"Kampung halaman ku, lalu mengapa kamu di jakarta? " tanyaku sambil mengulas senyum
"Saya rindu bunda" jawabnya
"Anak rantau? "
"Iya, saya sekolah di medan sman1 medan, taukan?  Taulah kamu orang situ"
"Aku tau, kamu tidak bertanya aku sekolah dimana? "
"Saya tadi hanya menyebutkan tanpa kamu tanya, jadi silahkan sebutkan tanpa saya bertanya"
"Aku sekolah di jakarta, namun akhirnya aku pindah lagi ke medan saman 1 sama dengan sekolahmukan?"
"Kenapa pindah?  Saya malah selalu ingin menetap di jakarta, ya jika bisa"
"Seperti kamu di jakarta ada bundamu jadi kamu lebih nyaman di sana, medan kampung halaman ku maka aku nyaman berada di medan"
Dia menyodorkan tangannya, aku menatap bingung untuk apa?
"Hey ayo berkenalan dengan saya"
"Eh oh,  aku rani novianti atlanta ,  asal medan kelas xi ipa 2 di sman2 " balasku manjabat tangannya
"Saya samudra alaska agung, kamu bisa panggil saya samudra atau alaska jangan panggil agung karna itu ayah, saya tinggal bersama ayah di medan sementara bunda di jakarta,  saya suka jakarta juga medan tapi tidak suka jaraknya ,  saya kelas xii ipa 1 sman1 medan"
"Aku panggil alaska ya,  kamu gk nyaman ya cerita tntg keluarga kamu? "
"Mau gk mau saya harus nyaman tenang saja sudah lama kok,  ayah selalu bilang sam itu putra bunda sam harus jaga bunda,  tapi saya pengen tolak itu karna saat ini sam hanya putra ayah" ia menatap sendu ke Arah luar jendela pesawat
"Lalu mengapa kamu kejakarta dan ingin menetap di jakarta? "
"Masalalu vi "
"Vi? "
"Novi"
"Panggil nya rani"
"Tpi saya panggil novi"
"Kenapa gak rani? "
"Saya suka novi"
"Suka aku? "
"suka dengan nama novi"
"Oh"

....

Pesawat mendarat banyak hal yang telah alaska ceritakan mulai dari kancil dan buaya hingga musim musim di dunia, alaska membuat kesan sempurna untuk pertemuan pertama bisakah rani katakan bahwa ia "nyaman"

"Saya pergi, saya harap saya bertemu lagi dengan kamu vi, terimakasih telah menemani saya" ia memunguti barang nya yg tadi ia letak di bawah kursi pesawat

"Alas yakin  kita bertemu lagi? "

"Saya yakin kita akan bertemu lagi, zaman sekarang mudah untuk berkomunikasi lewat media sosial, lagian kita 1 sekolah bukan? " katanya sambil memegang ujung kepalaku

"Kamu senior ku, kemungkinan besar kita tidak lagi berkomunikasi"

"Saya akan, dan saya bisa, saya permisi novi"

Setelah nya sang alaska pergi

setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap masalah pasti ada jalan keluar,  saya alaska saat ini menyatakan akan kembali menemui novi, yang membuat saya tenang

Haii readers i hope you like this story, maaf untuk typo dan kesamaan nama🙏🙏🙏

Jangan lupa vote dan komen saran terbaik kamuu🙌🙌🙌

with love from : nighthopper_

Seperti AlaskaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang