Assalamualaikum Guys^_^
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama,tempat,alur,tokoh dan karakter,ataupun peristiwa dengan cerita lain.
Tinggalin jejak ya:)
Happy Reading❤️
Matahari mulai menunjukkan sinarnya,semua orang mulai berlalu lalang di pagi hari dengan kendaraannya.
Menyaksikan ribuan kendaraan yang ada didepan,belakang,kanan dan kiri untuk satu arah yang sama,Jakarta.
Sebagian atau mungkin semua orang menganggap bahwa macet itu adalah neraka,untuknya.Demikian pula dengan gadis yang duduk sembari melihat keluar jendela,dia menganggap bahwa macet adalah lebih dari sekedar neraka.Kenapa?Karena macet membuatnya harus telat masuk sekolah.
AFNALIYA ALYONA
Bus akhirnya sampai didepan sebuah gedung bertingkat yang dia tau adalah sekolah SMA Nusa Bangsa,sekolahnya.Naya turun lalu mengucapkan terimakasih pada pak sopir.
Inilah kenyataannya.Berdiri didepan gerbang yang sudah tertutup rapat membuatnya harus membuang napas berkali kali.
Hari ini adalah hari Senin,hari yang diawali dengan wajib upacara bendera.Naya mendekat memegang besi yang tertata rapi menjadi sebuah gerbang.
"Pak Mul buka dong gerbangnya,saya mau masuk."ucapnya seraya mengintip dan memanggil Pak Muldi seorang penjaga gerbang sekolah.
"Waduhh neng Naya terlambat toh?"
"Iya nih pak.Kesiangan"
"Owalah"
"Bukain dong pak"
"Maaf neng Naya,ndak bisa.Belnya sudah bunyi dari 5 menit yang lalu."
"Yahh pak,bukain dong.Kan baru 5 menit"
"Maaf neng"
Naya membuang napas pasrah.Naya membalikkan badan menyadarkan punggungnya digerbang melihat orang berlalu lalang dijalan raya depan sekolahnya.Tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan.Apa Naya harus pulang?
Tiba tiba sebuah motor berhenti tepat didepannya seakan akan ingin menabraknya.Naya memandang siapa pria dibalik kaca helm itu.Cukup lama.
Naya terkejut sebab pria itu membunyikan klaksonnya beberapa kali hingga Naya merasa gerbang di belakangnya terbuka.Naya pun membalikkan badan,dan benar saja gerbang itu sekarang sudah terbuka lebar dan pria itu masuk dengan motornya.
"Loh pak,dia boleh masuk?"tanya Naya pada Pak Muldi yang hanya dibalas dengan cengiran.
Karena Naya melihat pria itu masuk,akhirnya Naya pun mengikutinya.Saat sampai diparkiran langkahnya terhenti karena melihat seorang pria turun dari motor dan kemudian membuka helmnya.
Naya mengenali pria itu.Pria itu adalah salah satu siswa berprestasi di sekolah,yang setahu Naya kini namanya sedang jadi perbincangan hangat disekolah ini.Bukan hanya prestasinya dibidang akademik yang dimilikinya,tetapi wajahnya yang tampannya kabarnya menjadi magnet kuat kaum hawa disekolah ini.Siapa namanya?Li..Liam?Wiliam?Naya sedikit tidak yakin.
"NAYA"
Seseorang memanggil namanya membuatnya menoleh ke sumber suara."Mika"ucapnya
"Yuk masuk,upacaranya sebentar lagi dimulai."
Naya berlari menghampiri Mika dan langsung saja Mika menariknya untuk menuju ke lapangan yang sekarang sudah di isi ramai oleh siswa dan siswi.Naya melihat sekeliling,semua sibuk mengatur barisan.Pandangannya terhenti pada cowok tinggi,tampan,rambut hitam cepak.Kak Darel.
DAREL HYADES PRATAMA
Ketua OSIS idaman.Idaman Afnaliya Alyona bahkan idaman semua siswi Nusa Bangsa.Tampan tapi sedikit cuek.
Pandangan mereka bertemu untuk beberapa detik,kemudian Darel berjalan menghampiri Naya.
"Baru datang?"
"I.iya kak.Maaf aku terlambat hari ini"
Darel menyentuh pundak Naya."Gak apa apa"
"Baris yang bener"ucap Darel kemudian berlalu pergi
🐼🐼🐼
Seorang cowok duduk diatas motornya dan berkali kali berdecak sebal karena macet dijalan yang ia lalui tak kunjung reda.
Dia membunyikan klakson berkali kali berharap mobil yang ada didepannya segera bergerak.Tapi hasilnya nihil.Berapa kali pun dia klakson,mobil didepannya tak kunjung bergerak.
"Shit"
WILIAM BINTANG GUSTAMA
Liam melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 07.00 yang berarti bel disekolahnya pasti sudah berbunyi.Pasrah.Dia akan telat masuk sekolah hari ini.
Tiba tiba mobil didepannya pun bergerak.Akhirnya Liam bernapas lega.Dia pun melajukan motornya dengan kecepatan 60km/jam.
Setelah lima menit akhirnya Liam sampai didepan gerbang sekolah.Sudah dia duga gerbang sekolah pasti sudah ditutup.Tapi tak apa,pak Muldi pasti akan segera membukanya.
Liam melihat seorang gadis berdiri dan bersandar digerbang sekolahnya.Dia pasti terlambat juga,batinnya.Liam membunyikan klaksonnya beberapa kali.
Tak selang beberapa lama pak Muldi membuka gerbang dan Liam langsung menjalankan motornya masuk.Sampai diparkiran dia melihat gadis tadi juga masuk mengikutinya.
Liam sangat lega akhirnya bisa sampai disekolah.Walaupun terlambat tapi pak Muldi mau membuka gerbang untuknya.Sudah jelas mau.
Dia adalah murid berprestasi disekolah ini.Semua orang disekolah ini tau,karena itulah pak Muldi mau membuka gerbangnya.Tapi Liam tidak memanfaatkan kepopulerannya untuk itu.Dia murni terlambat hari ini,tidak disengaja.
Follow ig
@_farastikaa
@wattpadpnda
Follow wp
@Pndalatte
Salam,
Pndalatte
YOU ARE READING
FORZADO
Teen Fiction[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Berawal dari surat cinta yang salah alamat. Naya membuang napas. Tidak.Ternyata tidak mudah. "Tapikan-" Liam tertawa."Jawab dulu pertanyaan dari gue dengan benar.Kalau benar gue bakal kembali in dan kalau salah sebagai ganti...
