Happy Reading Guys!!!
***
Sekarang Waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, namun seorang gadis mungil nan cantik yang bernama RANNIA RAQUEENSA WILIAM, selalu dipanggil “sasa” oleh keluarganya, itu belum juga bangun, masih setia dipulau kapuknya. Alarm yang berbunyi tidak henti-henti tapi tetap saja tidak bisa membuat Rannia bangun dari kenyamanan nya itu.
RANNIA RAQUEENSA WILIAM
Itu adalah nama panjangnya Rannia, sangat cantik bukan?
Gadis Cantik, polos, mungil, berambut sebahu hitam legam, berhidung mancung, dan berkulit sawo matang, gadis pendiam tetapi jika sudah bersama keluarganya akan menjadi sosok yang hangat dan ceria, jutek, dan pemalas ini sangat suka melukis dan bisa dibilang pintar dalam pelajaran. Rannia anak kedua dari dua bersaudara.
Rannia kini bersekolah di SMA MATAHARI sekolah milik Ayahnya sendiri.
Rannia benar-benar berbeda dengan kakak satu-satunya itu yang bernama
KEVIN RAZKA WILIAM dia selalu bangun sebelum matahari terbit.
KEVIN RAZKA WILIAM
Laki-laki dengan perawakan tinggi, Tampan, pintar, dan juga jago bermain basket, sekaligus wakil ketua geng Alastars ini selalu dipuji dan banyak dikagumi oleh semua siswi SMA MATAHARI, ehh tapi mungkin ada yang tidak suka juga sihh, soalnya abang masih jomblo aja hehe..
Sekarang Kevin sudah ada dimeja makan untuk sarapan bersama kedua orang tuanya sebelum berangkat, berbeda dengan adiknya itu yang masih asik bergulung selimutnya 'dasar pemalas, untung sayang'.
"Bang, Sasa belum bangun memangnya tidak akan sekolah?"tanya Savira yang tak lain adalah bundanya.
"Gatau bun, kalo Abang bangunin yang ada dia marah bukan nya terimakasih, biarin aja Bun biar tau rasa tuh"jawab Kevin sambil memakan rotinya.
"Loh ko gitu sama adek nya?"jawab Savira
"Hehe maaf bun, Kevin berangkat ya Bun takut kesiangan"jawab Kevin sambil berpamitan kepada orang tuanya.
"Kamu ga akan nunggu Sasa Vin?" Tanya Ayahnya
yaitu Raka Aditya Wililam, siapa yang tidak kenal dengan Raka, pengusaha sukses dan pemilik sekolah SMA MATAHARI tempat anaknya bersekolah itu. Raka juga terkenal dengan kedinginannya tetapi tidak dengan keluarganya, jika sudah berkumpul Raka sangatlah harmonis, Raka juga terkenal dengan ketampanannya walaupun sudah berkepala dua. Itu lah sosok Raka.
"Engga yah, aku duluan aja biar Sasa dianter pak Diman aja"jawab Kevin sopan kepada ayahnya
"Assalamualaikum" lanjutnya
"Yasudah hati-hati ya, waalaikumsalam"jawab bunda dan ayahnya berbarengan.
Setelah Kevin pergi, Savira naik ke atas lebih tepatnya kekamar Rannia untuk membangunkan putri bungsu kesayangan nya itu.
Setelah sampai didepan pintu kamar yang bertuliskan "Queen" itu Savira masuk kedalam pasalnya memang pintu Rannia selalu tidak dikunci.
"Sasa, ayo bangun, kamu gak akan sekolah? Nanti kamu terlambat nak?"kata bunda sambil menggoyang-goyangkan tubuh Rannia yang mungil.
"Arghhhhhhh"Rannia menggeliat, saat tersadar ia dikagetkan oleh bundanya yang sudah berdiri di depannya.
"Astaghfirullah, bunda ngagetin aja, ada apa Bun?"tanya Rannia tanpa tau sekarang waktu sudah pukul 06.30.
"Kamu tidak akan sekolah ini sudah siang,kamu bisa terlambat nanti"jawab Savira
Mendengar ucapan bunda Rannia langsung bangun dan berlari ke kamar mandi, tanpa menoleh kearah bundanya itu. Bunda hanya menggeleng kan kepalanya saja sambil berkacak pinggang.
Saat nyawanya sudah terkumpul Rannia berteriak memanggil bundanya dalam kamar mandi.
"Bun ini jam berapa?"tanya Ran.
"Ini sudah jam 06.30 pagi."teriak bunda dari luar.
YOU ARE READING
Rannia√
Teen FictionHalo guys!! Ini cerita pertama yang benar-benar asal, banyak typo, dan mohon dimaklumi saja hehe.. Ini kisah Rannia. Seorang gadis cuek, jutek nan dingin tapi tidak dengan keluarganya, Rannia gadis SMA yang masih duduk di kelas 11. Ini kisah tentan...
