Prolog

90 10 4
                                        

Ternyata nggak semua persahabatan berujung cinta ya. Gue kira nasib gue bakalan sama kaya kebanyakan orang di luar sana. Dicintai sama sahabatnya sendiri. Apa cuma gue ya? Yang cintanya bertepuk sebelah tangan, padahal gue cinta sama cowok yang paling dekat dengan gue.

Gue kira cinta bakal hadir karena kebiasaan, tapi apa gue dapet semua itu? Gue rasa yang gue dapet cuma disayangi sebagai sahabat.

Apa lo tahu gimana rasanya cinta sama sahabat sendiri? Rasanya menyenangkan, karena lo bakalan terus ada di sisinya walaupun sahabat lo nggak punya rasa yang sama ke lo.

Tapi, apa lo tahu gimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Rasanya sakit, kalau lo mau tahu. Dan lebih sakit lagi kalau orang yang lo cintai dekat, sangat dekat sama lo sampai nggak ada celah di antara kalian, tapi mirisnya kalian nggak akan pernah bisa bersatu. Sangat menyakitkan.

Tapi, gue cinta sama lo. Berapa lama lagi gue harus nunggu? Berapa lama lagi lo suka sama gue? Berapa lama lagi lo sayang sama gue melebihi sahabat? Gue mungkin berharap lebih biar lo suka sama gue. Tapi gue lihat dengan mata gue, lo cuma sayang gue sebatas sahabat.

Gue kira hidup gue akan sebahagia kalian. Gue kira cinta gue akan terbalaskan, seperti kisah lainnya. Tapi apa? Gue udah nunggu lama, dan gue akan tetap nunggu. Semoga lo bisa buka hati ya buat gue.

Hanya itu, nggak lebih. Tapi maaf, gue udah terlanjur berharap lebih sama lo.

Maafin ya.

SNOWMINEWhere stories live. Discover now