prolog

39 10 0
                                        

18.36

Gadis itu masih saja mengecek ponselnya,ia sangat gusar sekarang.pasalnya dia sedang menunggu seseorang,namun yang ditunggu tak kunjung menunjukan batang hidungnya.cukup,ia mulai jengkel sekarang.

"Anj*ng,niat ga sih tuh orang buat janji."ujar nya mulai mendumel sendiri.

Namanya REIN,ia termasuk dalam anggota geng motor.dan menjadi orang kepercayaan disana.cukup tahu saja dia sekarang sedang bertugas bertemu dengan klien sialan yang lelet sekali.

Matanya melihat sekeliling,lumayan sepi jalanan malam itu tak banyak kendaraan yang berlalu lalang.ia memutuskan duduk di sebuah kursi,berharap orang sialan itu cepat datang.

Sementara di sebrang jalan,tampak dua orang pria sedang memperhatikan nya.salah satu dari mereka menujuk Rein sambil memberikan interupsi pada rekan disamping nya.

"Lo liat?,cewek disana sasaran kita.bos mau kita habisin dia."ujarnya sembari menghisap rokok,dan menghembuskannya kasar.

Sementara pria botak di samping nya menganguk tanda mengerti.ia segera mendekati Rein.

Sementara Rein,mengerutkan dahinya.bertanya-tanya siapa pria itu.namun feeling nya mengatakan ia harus waspada.ia tak bodoh,dan ia anggota geng.mulai dari gerak-geriknya ia dapat mudah membacanya.

Belum sempat ia membuka suara,pria botak itu menghunuskan pisau lipat nya.untung nya Rein berkelit.

Pria itu nampak marah,namun Rein tak kalah gesit.ia menangkap tanggan pria itu dan berusaha memelintirnya.namun usahanya sia-sia.tenagga pria itu dua kali lipat daripada dirinya.

Ia tak kehabisan akal,ia memutar otak.sebuah ide terbesit,ia melemas.pria itu mendekat seolah bertanya kenapa bisa.dengan cepat ia hantam dada pria itu dengan lututnya,dan mulai mengunci pergerakan nya.

Mengikuti eskul bela diri ada guna nya juga,berhubung ia kelewat jengkel.mood nya seketika anjlok,ia menendang tulang keringnya.pria itu mengaduh kesakitan.

Rein tak memedulikan nya,ia menaiki motornya dan berlalu pergi.ia muak.

Semenatara pria berttato berusaha mengejarnya namun sia-sia.Rein sudah pergi dengan cepat.ponselnya berdering dan sebuah panggilan masuk.

'Halo bos'

'Gimana?..' ujar suara di sebrang sana.

'Ga..gagal bos' pria itu berkeringat dingin.

'APA?! KALIAN TOLOL,MASA NGURUSIN CEWEK LEMAH GA BISA!!'

'Kita..kit..kita hampir ber-hasil bos'

'BERHASIL?!NYATANYA APA?!!!!HAH..BODOH'

Tut..

Panggilan di matikan sepihak,pria itu bernafas kasar.ia segera membantu patnernya.

***

Dilain tempat..

Seorang pria nampak mengeram marah sembari duduk di kursi kebesaran nya.

"Kali ini lo lolos Rein,kita lihat seberapa lama bisa lo lolos dari semua ini!."serunya seraya mengebrak meja di hadapannya.

***
.

.

.

.

.

Nabila's note:

Happy Reading!

Story by nabila n.a. (nbee)

IG: n.a.navila

See u🍁...

INTERVALLWhere stories live. Discover now