Semesta aku harap kau mengerti,
Secangkir kopi & Secarik kertas
Dinginnya menusuk tulang.
Ku sruput kopi pagi ku tuk hilangkan kantuk.
Tampak bekas tetesan air mata langit semalam, menambah aksen ketenangan.
Matahari belum muncul dari peraduannya, hal itu yg membuatku bersandar sejenak tuk merasakan kesunyian, tanpa deru suara si perusak udara segarku.
Secarik kertas, dengan tinta hitam
Akan mengutarakan gundah hati.
Sepertinya saat ini embun pagi memiliki intuisiku.
Kutuliskan kata untuk semesta.
Semesta, bolehkah kubagikan sejumput kisah duniaku pada mereka ??
Aku tak kan membuat mereka bersedih selalu, akan ku buat mereka memunculkan bulan sabit pada setiap diri, aku sedikit berjanji semesta.
Kuharap aku tak kan membuat kalian mengeluarkan tetesan bening dari indra penglihatan kalian, ku harap kalian membantuku.
Agar tak ku ingkari janjiku pada semesta.
Kalian ??
Iya, aku akan membagikan sejumput duniaku kepada kalian.
Ku rasa hangat tubuhku.
Kicauan mahluk hidup bersayap sudah terdengar bersautan.
Pada saat itu, kuncup mulai merekah.
Tanda sudah waktunya sang surya terbangun.
Dan waktunya aku mengakhiri semua yang ku curahkan pada secarik lembaran ini. Ku rasa semesta menyetujuinya, baiklah.
Trimakasih semesta,
Aku.
-
Ini cerita pertamaku, yang ku tulis karna ingin berbagi dunia dengan kalian. Sebenarnya dari dulu ingin sekali ku membaginya dgn kalian. Tetapi, semesta tidak mengizinkanku. Dia takut, kalian mengeluarkan tetesan bening berharga kalian. Ku harap kalian senang.
Ya, ini aku. Diriku. Ceritaku Dgn Dunia.
Aku. Nabastala Anindita.
"Nabastala" berarti langit
"Anindita" berarti sempurna
"Langit yg sempurna."
Ibuku bilang, Langit tidak memerlukan warna warni untuk membuatnya terlihat cantik, cukup warna biru dan putih sudah membuatnya menawan dan indah, sesederhana itu. Dan ibu pernah, mencurahkan isi hatinya pada langit saat aku lahir dan langit sangat memahami isi hatinya, bagi ibu itulah kesempurnaanya, dpt memahami.
1 kalimat yg slalu mendominasi otakmu. "La, jadilah anak terindah yg sederhana dan dapat memahami segala kondisi."
Tapi, klo boleh jujur namaku, sangat menggambarkan diriku. sedihku selalu cepat berlalu jika ku curahkan semua pada semesta, jikalau aku sedang tak ingin berbagi kepada semesta, semua lagu yg ku simpan di telfon genggamku dapat menyembuhkannya atau kudengarkan deru roda berputar pembawa kesejukan di malam hari yg selalu membuatku tenang. Aku cukup manja, semesta tau itu. Dia berkata aku cerewet, seperti anak kecil, egois, dan dia suka itu.
Ya, part ini tentang aku.
Maka, akan ku ceritakan juga sejumput pemanis" yg berkaitan dengan duniaku.
Aku memiliki seorang kakak perempuan yg ku anggap itu kakak kandungku, walaupun kami berbeda ibu, nanti kalian mengerti. Terkadang dia pengganti semestaku. Dia adalah sesosok kakak yg baik, perhatian, dan pengertian.
Jika kamu membaca kak, jangan tersenyum aku memperindahmu.
Jujur, sejak dlu aku ingin sekali memiliki abang ataupun kakak. Dan aku bertemu dia yg selalu berkata "aku kakakmu dan takkan pernah berubah."
Anulika lalita ayudia , anak perempuan cantik terbaik pembawa kegembiraan. Itu kakakku,
Dia pembawa kegembiraanku, terkadang. Wanita jawa petakilan yg selalu membuat bulan sabit muncul di raut wajahku dan banyak org.
Aku, tidak pernah bisa marah pdanya dia penghibur yg handal yg hampir selalu membuat mood burukku berubah drastis, aku yakin pasti dia menggunakan mantra penghibur.
Tidak seperti namanya yg sangat mendominasi perempuan sejati, menurutku hanya separuh dari dirinya perempuan. dia adalah lelaki tangguh, yg mampu memberikanmu es dugan dikala haus dengan petikkan tanganya sendiri. Akan ku buat chapter tentangnya, agar kalian mengenalnya, jikalau semesta
berkata iya.
Pemanis brikutnya adalah sabahatku.
Walaupun cerita kami tidak cukup mulus dalam pertemanan, tapi cukup menghibur jika diingat.
Faranisa dan vanyta, 2 mahluk yg memiliki ciri khas masing" terkadang memberi warna masa sekolahku. Faranisa, dgn suara menggelegar dan kata kata fakta pedas yg terkadang meluncur mulus dan menukik dari ruang gelap bersuara, yg membuatku terkadang mencapai titik sadar.
Dan pengisi bangku disebelahku yg selalu membuatku kehilangan konsentrasi belajar saat dia berkata "liat ge.." langsung ku urungkan niat belajarku yg sudah kubangun susah payah. Orang gila yg tak pernah punya malu, yang selalu terlihat bahagia walaupun ia sedang diterpa badai yg menikam. Perempuan lunglai yg bisa berkata bijak seketika dikala genting. Penulis puisi handal menyejukan suasana.
Dia vanyta.
Akan kuceritakan pemanis" berikutnya ketika saatnya.
Hari ini tanganku mulai terlalu lentur untuk melanjutkan cerita.
Maka, ku akhiri sepotong duniaku dengan sejumput pemanis sampai disini.
Semesta, jika kau membaca , kau akan mengingat kembali kisahku jika kau lupa :))
-----------------------------------------------------------
I'm here !
Maaf klo banyak typo ya
Jgan lupa vote,pencet sekali pahala loh, keep reading
Thank you all 🌻
YOU ARE READING
S E M E S T A
Teen FictionIkutlah dalam duniaku, agar kamu tahu aku ada dengan sejuta pemanis alami dan sejuta rintik hujan yang menikam. 61 #wattpadstories 77 #senang 27 #storywattpad
