private chapter! harap follow sebelum membaca
Ara hanya gadis lemah lembut dan polos yang tak tau apa-apa. Bisa masuk kesekolah pun itu karena beasiswa. Setiap hari waktu luang Ara digunakan untuk membantu sang ibu berjualan kue.
Hingga kejadian ya...
Semua murid di SMA MERAH DARMAWANGSAH berhamburan keluar menuju kantin. Mereka tidak sabar untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Begitu pula dengan murid kelas 11 ipa1. Berdesakan dipintu untuk segera keluar. Tapi,beda dengan tiga cewek yang asik dengan dunia mereka sendiri. Siapa lagi kalau bukan Azzahra, Ananta, dan Tika.
Ara beruntung mendapatkan beasiswa di SMA MERAH DARMAWANGSAH. Sekolah elit yang hanya untuk anak-anak yang berada Tapi dengan kecerdasan, keahlian mereka berprestasi. Yang terkenal dengan kemegahan dan muridnya memliki kepintaran diatas rata-rata. Meskipun Ana dan Tika anak seorang pengusaha sukses, mereka tidak malu untuk berteman dengan Ara.
"kalian nanti datang kan.?" Tanya Tika
"kalau aku pasti datang." jawab Ana
"aku tidak datang" Ara menatap kedua sahabatnya itu dengan tatapan sedih. "kalian tau sendiri kan aku harus membantu ibu ku membuat kue untuk berdagang'"
"minta izin sama ibu mu sehari saja, masak tidak boleh?" Tika masih berusaha membujuk ara.
"maaf, aku harus membantu ibuku, ka"
Sebenarnya Ara enggan datang ke acara seperti. Karena dia hanya anak dari penjual kue. Ara merasa tidak pantas menghadiri acara seperti itu. Acara party-nya diadakan di hotel bintang lima. Bayangkan?. Tapi Ana dan Tika tidak mempermasalahkan itu semua. Merka ingin bersahabat. Itu saja. Tapi, Ara juga harus bekerja memenuhi kebutuhannya. Ara berkerja tanpa sepengetauhan ibunya.
Ara mengambil pekerjaan ini hanya sebagai tukang cuci piring di salah satu restoran mewah. Itupun untuk makan sehari-hari. Biasanya saat ara mendapat gaji dan akan tabung untuk membeli peralatan sekolah, supaya ibnya tidak terlalu berkerja keras.
Ara kadang memangis setelah makan malam, dia kasian melihat ibunya berkerja keras untuknya, maka dari itu ara ingin menghasilkan uang sendiri dan itu halal.
"Ara, please ya, acara ini tidak diadakan setiap hari. Ini hanya satu kali. Jadi, gak masalah kalau kamu datang." Ana belum mau menyerah.
"iya, sekali kali kamu seneng-seneng. Hidup jangan teralalu monoton, ra." Tika masih berusaha membujuk.
Ara menatap kedua sahabtnya denagn pandangan meminta maaf. Ana dan Tika mengela nafas sejenak. Mereka belum mau menyerah. Masalahnya, sahabatnya itu sangat keras kepala. Mereka hanya mau ara ikut hadir di acara itu. apa susahnya sih.?
"gak bisa. Lagi pula aku juga tidak punya baju yang bagus. Meskipun begitu, aku tidak akan bisa tampil seperti kalian."
"ih, ara. Kamu anggap kami apa dong? Kita bisa bantu kok. Kamu tenang aja."
"iya, kamu pokonya ikut kita, kamu nurut sama kita ya, please."
Ara sedang berpikir. "baiklah, aku akan ikut." Ara tersenyum pasrah.
"yes.. kita berhasil."Ana dan Tika bertos ria.
-***-
Party di sekolah SMA MERAH DARMAWANGSAH sungguh meriah. Seperti image sekolahnya. Dekorasi yang mewah dengan bunga bunga cantik. Panggung yang megah, berdiri ditengah kolam renang. Dengan dekorasi elegan dan terkesan mewah. Beberapa bintang tamu seperti artis dan musisi ikut datang. Meraka datang untuk memeriahkan acara prom night.
"ana, tika. Aku gak nyaman, aku sebaiknya pulang saja" Ara berusaha mengentikan langkahnya yang diseret oleh kedua temannya.
"baru saja datang, main pulang aja." Padahal mereka sudah berusaha meyakinkan Ara untuk tetap percaya diri. Ara memang selalu begitu, selalu rendah diri.
Mereka bertiga sampai di tempat. Saatnya sambutan dari kepala sekolah. Setelah rentetan acara hiburan pembukaan, MC mulai memanggil band dari sekolah mereka sendiri yang sangat digemari oleh kaum hawa. Personil dari band itu merupakan most wanted disekolah. Siapakah mereka? Cakhra, Andi, Felix, dan Natan. Siapa yang tidak kenal cakhra? Bahkan dikalangan guru dan sekolah lain nama cakhra sangat tersohor. Salain karena kelarganya yang kaya raya, tampan, juga karena tawuran. kebrutalan cakhra sudah dibatas kewajaran. Cakhra tidak segan segan untuk menyingkirkan siapa yang menggangu ketenangannya. Cakhra tidak pernah pandang bulu untuk diajak berkelahi.
Ara semkin tidak tahan dengan kebisingan. Mendengar histerisnya teriakan wanita wanita semua. Bahkan temanya pun ikut dalam kehisteris-an itu. teriakan histeris semakin keras ketika band tersebut membawakan lagu mereka. Ara pun segera menutup telinga dan menjauh.
"na, jauhan dikit yuk, kenceng banget nih." Ara yang tidak suka bising menarik baju Ana untuk ikutan menjauh.
"gak ah, lagi seru nih. Cakhra keren banget kann." Semua pun jingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu.
Salama pertunjukan band. Mereka selalu meneriakkan nama Cakhra, Andi, Felix, dan Natan. Berharap menoleh kepada mereka.
"kakk Felix.... Yuhuuu."
"Cakhra... senyum dongg."
"Andii... I love you."
"Natan... jangan dingin-dingin nanti aku malah tambah sukaa"
Teriakan histeris masih berlanjut. Sampai sang vokalis bernama cakhra itu melihat seorang cewek yang menjauh dari pertunjukan band-nya. Cakhra merasa marah kesal dan merasa hina. Melihat ada yang pergi meninggalkan permainan band-nya. Bahkan cewek-cewek masih histeris, kecuali hanya satu itu yang membuatnya menahan gejolak emosi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ini dress nya Ara
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.