Prolog

35 7 3
                                        

Setiap orang memiliki jalan dan takdir masing-masing entah itu akan berakhir dengan tawa atau malah berderai air mata.

Takdir bukan hanya masalah kesempatan tetapi juga pilihan.
Begitu pula dia yang yang telah Ayu pilih sebagai bagian dari takdirnya.
Tak peduli betapa terjalnya medan perjuangan yang Ayu lalui untuk terus berada disisinya.

Dan coba tebak apa yang Ayu dapatkan? Begitu banyak kesedihan. Namun Ayu tidak pernah menyerah. Tidak, dia bukan gadis lemah yang hanya mengandalkan filosofi "Sejatinya perempuan itu dikejar bukan mengejar".

Ayu percaya, hidup itu ibarat buku. Tuhan yang memberikan pena (takdir), dan kita tentu saja berhak ingin menulis (nasib) apapun dengan pena tersebut.

Ayu juga pernah membaca sebuah karangan sastra yang menungkapkan bahwa cinta tidak datang hanya karena kesempatan, tetapi karena kemauan.

Dan kini Ayu sudah memilih untuk terus memperjuangkan dia untuk dirinya. Ya dia, sosok yang sangat hangat dan dingin secara bersamaan. Sesosok penebar senyum namun juga pemberi luka. Semua yang ada padanya hanya akan terus membuat Ayu jatuh berkali-kali, namun itu bukanlah apa-apa dibanding tekad Ayu untuk bisa memilikinya.

Ayu hampir gila memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan ia peroleh dari keputusannya. Tapi apa boleh buat, Ayu bahkan sudah berjuang sampai sejauh ini. Jadi tidak ada lagi alasan baginya untuk mundur.

Ayu hanya berharap, semoga semesta mendukung keputusan besar dihidupnya saat ini.

___________________

Well gimana menurut kalian?

Happy reading(:

LimerenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang