Mungkin aku terlalu sibuk menghitung bintang, hingga aku melupakan indahnya bulan. Dan disaat aku terbangun, aku baru sadar bahwa aku telah kehilangan.
(Aira Farrelia)
***
Malam ini terasa sangat dingin, yang akan membuat siapa saja akan langsung tidur di atas tempat tidur dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Tetapi tidak dengan seorang gadis cantik yang masih setia duduk di balkon kamarnya sambil menatap langit malam.
Hingga akhirnya terdengar suara pintu terbuka. Dan terlihatlah seorang wanita paruh baya dengan membawa segelas susu putih di tangannya.
"Aira? Kamu belum tidur?" Tanya Widya. Ya gadis itu bernama Aira, Aira Farrelia. Gadis berparas cantik dengan senyum manisnya dan juga memiliki otak di atas rata-rata.
"Belum Bun." Jawabnya sambil berjalan menghampiri Bundanya.
"Sini cepet minum susunya terus tidur, besok kan kamu harus sekolah!" suruhnya dengan menyodorkan segelas susu.
"Iya Bunda," sambil tersenyum ke arah Bundanya dan mengambil susu tersebut.
"Yaudah Bunda juga mau tidur udah malem, kamu cepetan tidur udah jam 9." Ucapnya dengan mengelus pucuk kepala putri tercintanya.
"Iya iya, Bunda ku yang paling bawel." Jawabnya dengan sedikit tertawa. Dan langsung terlihat tatapan tajam dari Bundanya itu, Aira hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bundanya langsung keluar dan menutup pintunya lagi.
Setelah itu Aira langsung meminum susu yang diberikan Bundanya tadi hingga habis. Aira langsung naik ke atas tempat tidurnya dan tak lupa memasang alarm supaya besok Ia tidak bangun kesiangan untuk pergi ke sekolah. Perlahan Aira mulai menutup matanya dan terlelap dalam tidurnya.
YOU ARE READING
AngkasAira
RomanceIni bukan hanya sebuah cerita, tetapi ini tentang sebuah rasa yang pernah ada. Aku sadar bahwa yang namanya pergi bukan selalu untuk meninggalkan, tetapi untuk mengajarkan apa artinya kehilangan. **** Mungkin aku terlalu sibuk menghitung bintang...
