Ignore

6 0 0
                                        

Hidup tak melulu soal uang, jabatan ataupun kasta. Hidup ini perlu dengan yang namanya warna, kilas seni dibalik rupa begitu pun dengan sebuah canvas dibawah tinta.

...

Seseorang kini tengah asik berkutat dengan laptop nya, guna menyelesaikan musik yang akan ia berikan kepada guru.

"Kyl, gak cape apa lo dari tadi asik mixing lagu terus?" Tanya teman sebangku nya pada seseorang yang kini menatap kearahnya.

"Kalo gue berhenti, lagu nya gak akan beres-beres dong mina ku yang gemesss" Balasnya sembari mencubit pipi temannya itu.

"Sakit tau kylannn!!"

Yang disebut Kylan tadi hanya menghela nafasnya kasar lalu mematikan laptop yang sudah ia pakai.

"Lo kan tau sendiri, kelompok gue gak ada yang bisa diandelin kecuali diri gue sendiri. Nah daripada lo ngomel-ngomel kenapa lo gak bantuin gue aja?" Ujar nya.

"Ogah ah gak mau, lo aja sendiri. Lagian ya bukan mereka yang gak bisa diandelin tapi lo nya tuh yang gak mau berbaur sama mereka, asik sama gue mulu" Balasnya.

"Ck, jadi lo gak ikhlas nih gue sama lo mulu?".

"Ya nggak gitu juga kylannn"

"Gue bukannya gak mau berbaur min, ada banyak hal yang harus gue pertimbangkan dalam hal pertemanan. Gue takut mereka gak bisa nerima gue" Tukasnya parau.

Fyi, kelompok untuk tugas nya itu dipisahkan jadi ada kelompok perempuan dan laki laki. Dari 35 siswa dibagi menjadi 5 kelompok.

Mina menghela nafasnya pelan, lalu tersenyum pada Kylan yang sekarang terlihat sendu.

"Mau sampe kapan lo kayak gini hm?" Tanya nya.

Kylan tak bergeming sedikit pun.

"Kita udah kelas 12 kyl, lo masih aja ngerasa diri lo paling buruk, sekarang gue tanya! Menurut lo seburuk apakah diri lo itu sampe lo kayak gini"

"Gue jelek min, gue sering di bully saat berteman, gue juga gak pinter.."

"Apa itu masuk tolak ukur kepuasan lo dalam diri lo? Kyl, lo sama sekali gak jelek lo tuh cantik! Dan sekarang gak akan ada yang berani bully lo lagi kyl, satu lagi. Pinter atau enggak nya lo, itu gak ada urusannya sama ranking disekolah! Menurut gue lo emang gak pinter tapi lo genius yang bisa menghasilkan karya dengan seni dan gak semua orang bisa ngelakuin itu" Mina memberi penegasan.

Kylan tak membalas dan tak menghiraukan ucapan Mina, ia terusa saja menunduk dalam diam.

"See? You just ignore my word"

"Apa lo gak mau kyl, dimasa depan nanti lo punya pasangan, punya anak yang ceria saat lo terpuruk?" Lanjutnya.

"Gue bahkan masih takut untuk memulai suatu hubungan" Kylan berucap sambil mengadahkan kepalanya melihat Mina.

Mina berdecak pelan, Kylan memang sedikit keras kepala dan seperti sebelum-sebelumnya Mina harus kalah dan menyerah dalam memberi nasehat pada Kylan.

"Ehm.. kyl kapan koko lo pulang dari Yogya?"

"Katanya sih malem ini dan gue juga ikut ngejemput keknya nanti di stasiun"

"Dia beneran nyariin kosan buat lo nanti kuliah di Yogya?"

Kylan mengangguk membenarkan.

"Lo yakin lo mampu hidup mandiri disana?"

Kylan terdiam akan ucapan Mina.

"Tekad gue udah sampe sini, masa gue nyerah gitu aja? Gue berusaha untuk berubah min walaupun hasilnya nanti gak memuaskan gue" Ujar Kylan pelan.

Mina menghela nafasnya gusar, Kylan memang sangat ingin kuliah di Yogya namun khawatirnya Mina pada sahabatnya itu membuat dia hanya bisa pasrah.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 02, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

INSECURE [2]Where stories live. Discover now