1.

486 21 1
                                        

Bismillah

Happy reading.

-

-

-









Kanaya Grizelle Ashabillah atau yang lebih akrab dipanggil Kanaya. Seorang mahasiswa yang baru saja melewati masa ospeknya beberapa hari yang lalu.

"Kanaya, nanti daftar ke BEM kuy?"

Kanaya yang tengah sibuk dengan hp nya pun langsung menoleh ke arah Tanisha. "Lo yakin mau daftar Sha? Lo tau kan teknik itu gimana? Ntar kita disiksa terus lo ikut-ikut demo mau?"

Tanisha langsung menjitak kepala Kanaya yang masih memperhatikannya. "Yaelah, lo itu udah jadi cewe teknik. Hei cewe teknik enggak boleh manja!"

Kanaya memutar bola matanya kesal. "Ya enggak harus BEM juga kali Sha, lo bisa ikut ukm tari atau yang lain biar jiwa cewe lo tetap ada"

"Di BEM bakalan ada kok tari-tarian bahkan ada yang lain juga. Ayo dong, lagian nanti kita bakalan ketemu sama ketua BEM fakultas kita dan fakultas lain. Mitos-mitos nya ketua BEM itu ganteng-ganteng semua tau" Tanisha langsung senyum-senyum membayangkannya.

"Lo mah mikir kesitu mulu."

"Kok ngegas? Awas ya lo kalau sampai naksir sama ketua BEM."

"Gue dengar kalian lagi bicarain BEM ya? Mau daftar juga? Samaan aja sama gue."

Mereka berdua menoleh ke cowo yang kini tengah berdiri disamping mereka. "Ohiya kita belum kenalan kan? Nama gue Kenan."

"Gue Tanisha dan ini Kanaya."

"Ntar pulang ngampus kita sama-sama ya kesana."

~

Kanaya dan Tanisha baru saja memasukan buku-buku ke dalam tas.
"Udah selesai? Ayo." Kali ini Kenan mengajak teman kelas lainnya yang berjumlah 2 orang.

"Mereka juga mau ikut?" Tanya Kanaya.

Kenan mengangguk.

Mereka berlima berjalan menuju sekret BEM teknik.

Kanaya menatap sekitaran lapangan basket yang kini dipenuhi oleh cowo-cowo berambut gondrong, sudah ia tebak itu pasti seniornya.

"Tanisha, serem ih muka seniornya malah gondrong lagi." bisik Kanaya.

Tanisha terkekeh mendengar bisikan temannya. "Yaelah gitu aja takut."

Tanisha memang dikenal sebagai cewe pemberani semasa SMA nya.

"Nah sudah sampai." kata Kenan.

Kanaya kembali menatap asing sebuah ruangan yang tidak terlalu besar itu.

"Masuk aja dek enggak usah malu-malu." ucap cewe dari dalam ruangan.

Mereka berlima pun duduk disudut ruangan.

Kanaya POV.

Gue duduk disudut ruangan yang dikenal dengan nama sekretariat BEM ini. Jantung gue deg-degan banget woi astagfirullah. Disana ada cewe yang menyambut kami dengan ramah.

"Arkana! Ada maba nih, lo mah ngegame mulu heran gue lihatnya." ucap kakak itu yang gue enggak tau namanya siapa.

Cowo yang nama nya disebut tadi langsung memasukan handphonenya ke saku celana dan duduk menghampiri kami. "Maba ya dek? Selamat datang."

Manis banget:)

"Kalian kesini mau ngapain? Mau daftar jadi anggota BEM?" Tanya nya.

"Iya kak. Kita berlima mau daftar jadi anggota BEM, bisa kan kak?" Kini Kenan membuka suara.

"Haha bisa dong. Ohiya kenalan dulu deh, gue disini sebagai ketua BEM teknik nama gue Arkana Adhitama biasa dipanggil sayang."

Yaelah modus dianya.

"Modus lu bambwank!" Ketus kakak cewe tadi.

"Sewot aja sih lo Nes. Ohiya panggil gue kak Arkan aja ya? Btw kakak yang banyak bacotnya tadi itu namanya Agnesa Nayara tapi panggil aja kak Anes."

Gue dan kawan-kawan langsung ngangguk berjamaah.
"Nama lo siapa?"

Mampus, ini gue ditanyain?

Enggak berani buka suara, huhu gimana ini. Bunda help me:(

"Kok malah nunduk sih? Ntar wajah cantiknya ketutupan lagi."

Tanisha dari tadi udah senggol-senggol lengan gue biar gue ngejawab. "Itu kak.. nama gue Kanaya Grizelle Ashabilla." mampus gue gugup.

"Sulit banget nama nya ya, gue panggil beb aja boleh?"

Kanaya kuat, Kanaya kebal, Kanaya enggak boleh baper:)

Jujur aja, dari jaman SMA gue sering banget digombalin begini:(

Alhamdulillah Allah tuh kasih gue fisik sempurna tanpa cacat sedikit pun. Gue punya warna mata biru, rambut panjang dengan warna sedikit kecoklatan, alis dan bulu mata tebal.

"Plis lah Arkan, lo mah modus mulu heran gue liatnya. Maaf ya adek-adek." kak Anes kini duduk disamping kak Arkan.

"Ya maaf, soalnya Kanaya cantik banget jadi oleng gue nya."

Pletak!

Satu jitakan mendarat indah di kepala kak Arkan dari kak Anes. Kita cuma ketawa-ketawa doang.

Setelah cukup lama saling berkenalan bahkan kak Arkan dan kak Anes juga menjelaskan sedikit tentang BEM kini masuk 1 cewe lagi dengan wajah yang sinis banget.

Baru masuk ke sekret aja auranya udah enggak enak, gue mulai merinding. Dia masuk habis itu duduk tanpa ngomong sedikit pun.

"Yaelah muka lo serem banget sih, jangan gitu sama maba ntar lari semua kalau ketemu sama lo." kata kak Anes.

"Biarin. Kalau mau masuk BEM ya harus tahan mental dong!"

Sial! Ketus banget nih cewe, kalau enggak karena Tanisha gue enggak mau daftar beginian sumpah.

"Ohiya, kakak itu namanya Kalena Anjara Putri tapi kalian panggil aja kak Alen." ucap kak Arkan sambil nunjuk ke arah cewe yang namanya Alen itu.

"Assalamualaikum. Whoa ada maba nih, aduh malah ada bidadari teknik lagi."

Kita semua menoleh ke sumber suara disana ada 2 cowo yang baru saja memasuki sekret.

"Biarin aja dek, dia emang gitu." kak Anes menatap cowo itu kesal.

"Ohiya kenalin nama gue Raka dan ini temen gue yang super duper jutek namanya Evano." cowo yang namanya Raka langsung duduk sambil senyum-senyum gitu.

Gue kaget waktu senior yang namanya kak Evano duduk disamping gue tanpa ada berkata sedikit pun. "Awas kesurupan ya lo, diem-diem bae."

Kita ketawa kecil mendengar candaan yang dikeluarkan oleh kak Raka.
"Berisik lo!"

Setelah nya kita dikasih pencerahan tentang BEM dan isi nya lagi, disana gue udah lumayan ngerti apa arti BEM dan gimana cara kerja BEM di universitas.







TBC

Haloo!!

Jangan lupa vote dan komen❣

ARSENIODonde viven las historias. Descúbrelo ahora