19 Agustus
Percayalah, tak ada yang salah dari kegiatan lamaran itu, kecuali kenyataan bahwa sang calon mempelai pria ternyata belum pergi meninggalkan kediaman calon istrinya bersama keluarga besarnya saat aku tengah membereskan segala macam pernak-pernik backdrop yang disewa untuk acara ini. Dia masih bercengkrama dengan Rania, sang calon istri, salah satu teman sekelasku semasa kuliah. Seperti pasangan pada umumnya, mereka pasti masih berbunga-bunga setelah melewati prosesi lamaran itu, dilanjutkan dengan membicarakan hal-hal yang harus direncakan mulai detik ini untuk menyambut hari besar pernikahan yang mungkin tak kelar dibahas saat prosesi tadi. Tapi aku menyesali kenyataan bahwa ketika aku sibuk untuk menyelesaikan pekerjaanku, aku masih sempat terfokus dan menatap wajah calon suami Rania.
Namanya Noland, berpawakan tinggi, berkulit putih, dengan bentukan rahang wajah yang tajam dengan alis hitam tebal. Ia mengenakan setelan baju batik dengan dominasi warna coklat dan celana hitam. Aku tak pernah melihat dirinya kecuali hari ini.
Dulu saat aku satu kelas dengan Rania semasa kuliah, tapi aku tak cukup berteman akrab dengan dirinya. Kami hanya sekedar tahu dan saling menyapa bila bertemu. Selama ini, aku hanya mengetahui hubungan Rania dengan pacarnya hanya lewat akun media sosial Instagramnya. Tak seperti kebanyakan orang, meski berparas cantik dan berpostur ideal serta cukup terkenal di jurusan karna rupawan, ia tak cukup membiarkan hubungan asmaranya dimakan publik. Tak ada satupun fotonya berdua dengan Noland ia pajang di akun Instagramnya. Ia selalu merahasiakan sosok pasangannya. Wajah Noland tak pernah ditampakkannya. Hanya sekedar genggaman tangan, foto yang memunggungi kamera, atau tempelan sticker yang menutupi wajahnya. Mungkin karna fakta itu aku jadi sedikit memberikan perhatian atas visual pacar Rania yang selama ini ia jaga dari ranah umum. Tapi karna ini pula aku menyesali. Karna kejadian setelah mataku bertemu pandang dengan mata Noland semuanya berubah.
Aku melihatnya dan dia melihatku.
YOU ARE READING
KECEWA
RomanceBukan aku yang akan menikah, bukan aku yang selingkuh, tapi aku juga yang harus menanggung pilu
