Prolog

1K 50 2
                                        

"LANGIT MAHESSA!!!"

Satu pukulan mendarat dipipi anak lelaki yang sekarang memasuki kelas 3 SMP tersebut. Lelaki itu terjatuh, mengerang kesakitan sambil merasakan sesuatu mengalir dari sudut bibirnya.

Langit merasa pantas mendapatkan semua ini, kemurkaan ayahnya, tatapan kekecewaan dari sang bunda, semua ini pantas Langit dapatkan karena gagal menjaga Mentari yang saat ini masih dinyatakan kritis di rumah sakit.

Akibat ulahnya dan kebodohannya sendiri.

Ayah Arman menarik kerah baju Langit dan kali ini mendaratkan pukulan diperut anak lelaki tersebut.

"Jangan pernah kamu panggil saya ayah sampai Mentari membuka matanya."

Lagi dan lagi Langit mendapatkan pukulan diwajahnya.

"Pembalap? Kubur mimpi mu itu mulai sekarang. Karena saya tidak ingin melihat kamu menggunakan motor lagi, selamanya."

TBC

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 23, 2023 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MY ENEMY (ON GOING)Where stories live. Discover now