01

181 12 7
                                        

Nayla menyipitkan kedua mata nya saat sinar mentari tak izin memasuki kamar nya lewat jendela. Ia bangkit dari tempat tidur nya, melirik jam yang menempel dinding.

"MAMPUS, GUE TELAT!!" teriak Nayla, lalu berlari menuju kamar mandi.

Nayla Ameera, selalu seperti itu setiap pagi di hari sekolah. Ini sudah seperti ritual nya setiap pagi.

Apalagi ini hari Senin. Hari pertama untuk satu minggu ke depan. Yang dimana, sekolah nya mengadakan upacara setiap hari Senin.

Setelah selesai mandi, Nayla memakai seragam nya. Memasuki buku-buku yang perlu dibawa ke sekolah. Memakai sepatu. Kemudian bergegas pergi membawa kunci motor yang terletak di atas nakas nya.

Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang sial bagi Nayla. Karena tidak jauh di depan sana, terlihat kendaraan beroda dua ataupun yang beroda empat sibuk menekan klakson nya. Bersahut-sahutan.

"Astaga." eluh Nayla.

Mau tak mau, Nayla harus menunggu lampu merah berubah menjadi warna hijau. Dengan perasaan yang tidak enak, karena hari ini pasti ia akan telat lagi datang ke sekolah.

Setelah sampai di sekolah, Nayla memakirkan motor nya di parkiran yang berada di samping sekolah nya.

"Yah, Pak." ucap Nayla dengan deretan gigi nya yang sengaja ia tampilkan di depan Pak Satpam --- Pak Rusman nama nya.

"Yah, Nay." balas Pak Rusman sambil melihat murid-murid yang sudah berbaris rapih mengikuti upacara.

"Bukain dong Pak, pliiisss"

"Gabisa,"

"Yaah. Kok gitu?"

"Percuma nanti Nayla ketahuan guru BK, kalo saya bukain gerbang nya sekarang," jelas Pak Rusman.

"Ih, enggak kok Pak. Nayla udah tau jalan tikus biar bisa langsung ke kelas Nay," ucap Nayla meyakinkan Pak Rusman.

"Bener kamu?" tanya Pak Rusman meyakinkan.

"Iya bener Pak. Serius," balas Nayla.

"Oke, tapi jangan bilang siapa-siapa ya," ucap Pak Rusman sambil membukakan pintu gerbang dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

"Aduh, Pak Rusman baik banget. Makasih, Pak. Makasih CS nya Nayla!!" ucap Nayla kemudian berlari menuju kelas nya melalui jalan tikus yang ia katakan tadi.

Pak Rusman adalah satpam di SMA Bina Bangsa. Ia kenal dengan Nayla. Alasan nya tak lain dan tak bukan adalah karena Nayla sering kali telat datang ke sekolah.

Entah kenapa Pak Rusman itu bisa memiliki hati malaikat. Ia orang yang baik. Terutama kepada Nayla.

Di perjalanan menuju kelas, Nayla menengok kanan dan kiri. Berjaga siapa tahu ada guru yang lewat.

Tapi saat ia sedang was-was memperhatikan kanan dan kiri nya, ia mendengar gelak tawa kerumunan laki-laki yang seperti nya murid dari sekolah nya.

Nayla mulai berjalan menuju sumber suara. Dan benar saja. Itu adalah kakak kelas nya yang sedang bersembunyi supaya tak ikut upacara.

"Heh, telat lo?" ucap salah seorang dari kerumunan murid itu yang membuat lain nya menoleh memperhatikan Nayla.

"Iya," Nayla lanjut berjalan melalui kerumunan para siswa tersebut. Sampai akhirnya,

"Eh bentar-bentar!!" seru seseorang yang menahan Nayla.

"Kenapa?" ucap Nayla.

"Lo jangan bilang ke guru-guru kalo kita ngumpet disini. Awas aja kalo lo sampe cepu." jelas seseorang yang terlihat seperti ketua dari kerumunan itu.

Nayla AmeeraDove le storie prendono vita. Scoprilo ora